Pengusaha Minta Pemerintah Buka Dialog dengan Rakyat

Pengusaha Minta Pemerintah Buka Dialog dengan Rakyat

Heri Purnomo - detikFinance
Minggu, 31 Agu 2025 12:30 WIB
Sejumlah aliansi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR RI, Jakarta hari ini. Begini kondisi terkini. (Devi P/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Sejumlah aliansi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR RI. (Devi P/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari berpesan agar seluruh pihak menahan diri.

Akbar juga meminta pemerintah dan DPR membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menghindari meluasnya aksi unjuk rasa yang berujung anarkisme.

Menurutnya, dengan pemerintah membuka ruang dialog bersama masyarakat, kekecewaan publik bisa terobati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Dengan kerendahan hati, kami meminta agar penyelenggara negara membuka ruang dialog, duduk bersama dengan masyarakat," ujar Akbar dalam keterangan tertulis, Minggu (31/8/2025).

Akbar juga mengimbau agar seluruh elemen bangsa mengedepankan semangat nasionalisme demi mensejahterakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Saat ini ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Pertahanan terbaik kita adalah penguatan ekonomi domestik. Sehingga kita semua harus bekerja sama," katanya.

Akbar turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Namun ia khawatir jika kondisi ini terus berlangsung, maka ekonomi nasional akan terkena dampaknya.

"Tentu kita turut berduka atas meninggalnya Adinda Affan. Kita juga harus sadar bahwa ekonomi mulai terkena imbasnya," ucap Akbar.

Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini memang mengkhawatirkan. Data Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 250 miliar pada periode 25-28 Agustus 2025.

Kabar tak sedap juga datang dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan pekan ini, IHSG melemah 1,53% atau kehilangan 121 poin ke level 7.830,49. Bahkan dalam sehari, market cap bursa saham Indonesia menguap Rp 195 triliun.

"Begitu juga dengan rupiah yang ikut melemah. Jika tidak segera disudahi, dampak terhadap ekonomi akan semakin parah," pungkas Akbar.

Simak juga Video: Mahfud Sebut Pemerintah Harus Segera Ambil Tindakan Atasi Kericuhan

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads