Batik Harus Segera Didaftarkan ke Unesco
Selasa, 24 Jul 2007 17:45 WIB
Jakarta - Batik bukan hanya di klaim sebagai produk budaya asal Malaysia, bahkan Jepang kini ikut-ikutan mengklaim batik sebagai produk budayanya.Untuk itu sudah waktunya Indonesia mengangkat batik sebagai produk milik budaya Indonesia dengan mengajukan hal itu ke Unesco untuk disahkan.Demikian dikatakan Ketua Festival Batik Nusantara Sasmiyarsi Sasmoyo dalam konferensi pers Pelaksanaan Festival Batik Nusantara 2007, di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/7/2007). "Kita akan melindungi hak cipta pembatik di Indonesia yang saat ini batiknya belum terdaftar, ini riskan untuk dijiplak," kata Sasmiyarsi.Sasmiyarsi juga menyayang hingga saat ini Indonesia belum memiliki dewan batik nasional sebagai wadah untuk memperkuat eksistensi batik, padahal Malaysia dan Jepang sudah memiliki wadah serupa."Batik kita sudah diakui oleh Jepang dan Malaysia, kita harus kerja keras dengan memberikan alih generasi supaya generasi yang akan datang dapat meneruskan," tambahnya.Festival Batik Nusantara 2007 akan diadakan di Kota Surakarta atau Solo. Festival tersebut akan dibuka Menteri Perindustrian Fahmi Idris tanggal 28 juli 2007 dan berlangsung sampai 29 Juli 2007. Sasmiyarsi menyesalkan perhelatan ini tidak mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan justru mendapat dukungan dari Departemen Perindustrian.Dikatakannya juga, dipenghujung festival tersebut akan dideklarasikan tekad membentuk wadah bersama dalam Dewan Batik Nasional yang diprakarsai mantan menteri pariwisata Joop Ave.
(ard/ir)











































