RI-Korsel Teken MoU PLTN
Rabu, 25 Jul 2007 09:04 WIB
Jakarta - Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) akan menandatangani MoU nuklir, diluar 9 proyek kerjasama yang akan diteken bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden SBY. Proyek tersebut adalah MoU persiapan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia. MoU ini menekankan pada kemungkinan penggunaan skema listrik swasta (IPP/Independent Power Producer). Pihak yang meneken MoU adalah Medco Energi International dengan Korea Hydro and Nuclear Power. MoU yang berprinsip business to business ini merupakan kelanjutan MoU government to government yang ditandatangani pada 4 Desember 2006 silam.Penandatanganan MoU ini disaksikan Menteri ESDM RI dan Vice Minister of MOCIE (departemen energi korea). Sekjen Departemen ESDM Waryono Karno dalam coffee morning dengan wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/7/2007) menyatakan, penandatangan MoU nuklir tersebut tengah berlangsung di Korea. "Dengan Korea kan kita beda dua jam, saat ini Pak Menteri disana sedang tanda tangan. Kita juga sedang bicara tanda tangan, tapi kalau kita sambil makan pagi," candanya. Kabar MoU nuklir ini merupakan tambahan yang baru didapat tadi pagi melalui email. "Baru tadi pagi saya dapat lewat email," ujarnya
(lih/qom)











































