SBY: Saya Tak Suka Larangan Terbang Eropa
Kamis, 26 Jul 2007 09:44 WIB
Seoul -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa gerah dengan larangan terbang yang diberlakukan Uni Eropa. SBY menegaskan, Eropa seharusnya bisa menghormati Indonesia.Hal tersebut disampaikan SBY dalam konferensi persnya dengan wartawan Indonesia disela-sela kunjungannya ke Korea Selatan, di Hotel The Shilla, Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/7) sore seperti dikutip dari situs resmi www.presidenSBY.info."Saya tidak suka. Dalam hubungan internasional bagus kalau saling hormat menghormati. Janganlah kita senang melakukan tindakan sepihak, yang unilateral, karena kita saling membutuhkan dalam kerja sama global," tegas SBY.SBY meminta agar Eropa tidak mengambil keputusan yang sepihak. Seruan itu juga disampaikan SBY kepada negara-negara lainnya."Saya menyerukan kepada negara lain, termasuk negara-negara di Eropa, bahwa sebaiknya kita memiliki semangat itu cooperation, bukan sepihak-sepihakan. Ini saya sampaikan kepada negara-negara sahabat manapun," tambah SBY.Seperti diketahui, setelah Eropa mengeluarkan larangan terbang bagi maskapai Indonesia, Arab Saudi juga berniat memberlakukan hal yang sama. Bedanya, Arab Saudi ingin meminta klarifikasi terlebih dahulu kepada maskapai Indonesia. Sementara Korsel juga memberikan peringatan kepada Garuda Indonesia terkait prosedur keamanan.Namun demikian, lanjut SBY, larangan terbang bagi maskapai penerbangan Indonesia ini harus dijadikan pelajaran. Pemerintah maupun maskapai penerbangan harus mencari penyebab munculnya keputusan sepihak dari Uni Eropa itu. SBY mengakui adanya respons yang lambat dari pejabat pemerintah terkait larangan terbang itu. Dan semestinya, pejabat yang lambat tersebut sudah seharusnya diberhentikan."Kalau bikin susah negara, ya minggir saja Dirjen seperti itu," kata SBY tanpa merinci pejabat yang dimaksud.Presiden telah meminta Menteri Perhubungan dan Tim Nasional Keselamatan Penerbangan mengatasi persoalan ini. Terutama melakukan negosiasi ke Uni Eropa, termasuk dengan pemerintah Arab Saudi yang hampir mengeluarkan keputusan serupa dengan Uni Eropa.Sebenarnya pemerintah Arab Saudi tidak mengeluarkan larangan terbang bagi pesawat-pesawat Indonesia. Apalagi mengingat hubungan baik Arab Saudi dengan Indonesia selama ini. "Pemerintah Arab Saudi tidak ingin melakukan pelarangan," jelasnya.Mengenai pesawat Garuda yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan oleh Korea Selatan, Presiden SBY meminta Dirut Garuda Emirsyah Satar menjelaskan hal tersebut. Emir, yang hadir dalam konferensi pers itu dan siangnya mengikuti acara Business Luncheon dengan pengusaha Korsel, menjelaskan ia telah membicarakan masalah tersebut dengan pihak Korea Airlines (KAL). Korsel, kata Emir, tetap mengizinkan pesawat-pesawat Garuda melakukan penerbangan Negeri Ginseng. "Dipastikan tidak ada larangan khusus bagi maskapai Indonesia untuk terbang ke semua bandara di Korea," katanya.
(qom/ir)










































