Nike-Hartati Ribut, Sofyan Wanandi Ikut Pusing

Nike-Hartati Ribut, Sofyan Wanandi Ikut Pusing

- detikFinance
Kamis, 26 Jul 2007 15:27 WIB
Jakarta - Perseteruan antara Nike Inc dan pengusaha Hartati Murdaya ikut membuat Sofyan Wanandi pusing tujuh keliling. Tiada waktu Sofyan tanpa ditanya soal Nike.Menurut Sofyan, kasus Nike ini memang menjadi perhatian kalangan luas. Dampaknya pun akan luas karena bisa mengganggu iklim investasi di Indonesia."Ini pasti mengganggu di luar negeri. Kita pusing dipertanyakan terus. Saya sampai ditanyai radio, TV luar negeri. Saya bilang nanti saja kalau sudah selesai," jelas Sofyan.Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu menyampaikannya usai mengikuti diskusi tentang 10 tahun setelah krisis di di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (26/7/2007).Lebih lanjut Sofyan mengungkapkan, saat ini negosiasi antara Nike Inc dan Hartati Murdaya terus dilakukan. Salah satu skenarionya, Nike memperpanjang order sepatu di dua pabrik milik Hartati hingga selama 2 tahun. Namun negosiasi itu belum mencapai kesepakatan karena Hartati meminta kejelasan soal tipe-tipe sepatu yang akan diproduksi. "Order di pabrik-pabrik Hartati diperpanjang. Yang satu 12 bulan, yang satu 24 bulan," ujarnya. Kapasitas produksi dikedua pabrik juga dinaikkan dari yang semula 300 ribu menjadi 900 ribu unit sepatu. "Jadi kapasitasnya hampir 10% untuk membantu Hartati membayar pesangon. Tapi ini belum ditandatangani. Nike memberi lagi karena Hartati nggak mau teken-teken," ungkapnya.Hartati meminta sebelum negosiasi diteken, ada kepastian soal dua hal. Pertama, Nike ikut bertanggung jawab membayar pesangon. Kedua, Nike memperjelas tipe-tipe sepatu mana yang akan diserahkan pembuatannya ke pabrik Hartati."Tapi Nike kan nggak mungkin mau bayar pesangon. Bukan gue yang punya pabrik. Masalah sepatu itu kan tipenya lain, yang satu bilang sepatu anak, nah ini yang mau diselesaikan. Kalau sudah ketemu, ya bisa diselesaikan. Pesangonnya tentu dibayar perusahaan Indonesia," katanya.Soal keinginan Hartati tetap Nike yang harus ikut bertanggung jawab membayar pesangon karyawannya, Sofyan menilai hal itu aneh. "Tapi ya, sudahlah kita lihat seminggu ini. Kita lihat negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah seperti apa," katanya.Sofyan meminta pemerintah arif dalam menyikapi masalah ini jangan sampai Nike mencabut ordernya ke Indonesia. Seperti kasus perusahaan elektronika Jepang, Sony yang memilih hengkang dari Indonesia. "Waktu Sony pergi, kita sudah rusak. Nike sudah teken kontrak nggak pergi, tetapi kalau pemerintah salah kasih kebijakan yan kabur dia," tambahnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads