'Kucuran' BLBI Bikin Miranda Goeltom Darah Tinggi

'Kucuran' BLBI Bikin Miranda Goeltom Darah Tinggi

- detikFinance
Kamis, 26 Jul 2007 17:32 WIB
Kucuran BLBI Bikin Miranda Goeltom Darah Tinggi
Jakarta - Penulisan soal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang tidak tepat membuat Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom kesal. Dengan nada tinggi, Miranda meminta wartawan meluruskan masalah BLBI.Miranda merasa kesal jika disebut BI telah mengucurkan BLBI. Menurut Miranda, BLBI merupakan piutang BI kepada perbankan Indonesia.Ia menjelaskan, ketika krisis ekonomi melanda, perbankan di Indonesia mengalami penarikan dana luar biasa oleh nasabahnya (rush). Serbuan oleh nasabah itu mengakibatkan cadangan dana yang dimiliki perbankan terkuras habis bahkan dana yang disimpan di Bank Indonesia melalui kewajiban giro wajib minimum juga dikuras habis. Nah, saat itulah perbankan mengalami neraca negatif kepada BI sehingga bank ngutang ke BI untuk membayar dana nasabahnya."Kalau negatif terus stop kliring, tapi masa stop semua bank berhenti kliring, apa anda yang punya gaji, atau merasa punya account di bank nggak akan marah? BLBI yang Rp 144 triliun terjadinya seperti itu," ujarnya.Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers usai seminar tentang 10 tahun krisis di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (26/7/2007). Hadir dalam kesempatan tersebut mantan Gubernur BI Sudradjad Djiwandono, mantan Dirut Bank Mandiri Robby Djohan dan kepala perwakilan IMF di Indonesia Stephen Schwartz.Miranda meminta pers untuk meluruskan pemahaman yang salah kaprah soal BLBI itu."Jadi kalau dibilang dikucurkan its your job untuk meluruskan otak semua orang bahwa itu bukan kucuran, saya gedeg kalau dibilang itu kucuran karena kita tidak pernah ngucurin," ujar Miranda dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk ke arah wartawan.Mantan Gubernur BI Soedradjad Djiwandono juga sama protesnya dengan Miranda. Soedradjad menilai istilah kucuran itu salah. "Secara akademis istilah itu salah," ujarnya.Masalah BLBI menurut Soedradjad terlalu dipolitisir sehingga tidak jelas mana yang benar dan mana yang salah."BLBI ini bahwa begitu banyak dipolitisir sehingga mana yang harus disalahkan, mana sebetulnya yang bener tidak kelihatan begitu jelas," katanya.Sudradjad menegaskan, yang terjadi bukanlah BI mengucurkan dana BLBI. Menurutnya, isitilah dikucurkan adalah terminologi yang salah. "Dikucurkan bagaimana, ini bank yang di-rush, orang yang mengambil duit itu adalah duit mereka pada saat itu bank tidak punyai duit. Mengapa? karena duit dipinjamkan, bank itu tugasnya demikian," jelasnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads