Lee: Sistem Pemerintah Hambat Ekonomi RI
Kamis, 26 Jul 2007 18:30 WIB
Jakarta - Sistem pemerintahan Indonesia menurut menteri senior Singapura Lee Kuan Yew turut menghambat perkembangan ekonomi Indonesia.Hal ini dikatakan Lee dalam acara Indonesia Toward The Big Five di Gedung Bank Mega, Jalan Tendean, Jakarta, Kamis (27/7/2007)."Sistem pemerintah Indonesia, cenderung membuat kebuntuan jika tidak ada kesepakatan antara DPR dan pemerintah," kata Lee.Lee melihat pemerintah memiliki visi yang bagus antara lain untuk pembangunan ekonomi, namun sering tidak mendapatkan dukungan dari DPR sehingga rencana itu sulit terlaksana.Jika Indonesia menganut sistem lain seperti di Prancis, lanjut Lee kemungkinan kondisinya akan berbeda. Di Prancis presiden hanya sebagai simbol negara. Jika terdapat kebuntuan antara DPR dan presiden, maka partai-partai mayoritas di Prancis bisa menunjuk perdana menteri yang didukung oleh mayoritas partai di DPR untuk tetap menjalankan kegiatan perekonomian.Lee mengatakan terkait visi 2030 Indonesia masih memungkinkan mencapai target pertumbuhan ekonomi atau GDP US$ 5,1 miliar. Ini akan berhasil jika sistem pemerintahan dirombak untuk mendukung perekonomian dan adanya amandemen pajak, sehingga investor asing lebih tertarik berinvestasi dan tinggal di Indonesia.Kondisi 2030 lanjut Lee, juga akan berubah secara global dibanding saat ini. Cina misalnya diprediksi akan memiliki GDP setara atau melebihi Jepang di kisaran US$ 18-20 miliar. Sedangkan GDP India bisa mencapai 60-70 persen dari GDP Cina.
(ir/ir)











































