Rekening Liar Depperin Nol
Jumat, 27 Jul 2007 11:44 WIB
Jakarta - Departemen Perindustrian menegaskan tidak ada rekening liar yang bergentayangan di instansi yang dipimpin Fahmi Idris ini.Penegasan ini juga untuk memutus stigma bahwa jika satu departemen terbukti ada rekening liar maka departemen lain juga begitu.Demikian diungkapkan oleh Irjen Depperin Sauzi Azis dalam jumpa pers di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (27/7/2007)."Tidak ada seperak pun, tidak ada sesen pun rekening liar di Depperin, yang ada ketika terjadi tsunami di Aceh kita memantau program tanggap darurat membuka rekening khusus yang sudah diketahui secara transparan dan akuntabilitasnya oleh BPK," tutur Sauzi.Dana untuk rekening Aceh itu kata Sauzi, didukung oleh pabrikan otomotif seperti Mercedez. Dana yang terkumpul kala itu Rp 9,4 miliar dan yang paling besar digunakan untuk membeli tenda pleton sebanyak Rp 7 miliar."Rekening itu sudah diaudit BPK dua kali dan sudah kita laporkan ke Menko Kesra, sisanya ada sekitar Rp 1,8 miliar yang kita setorkan ke bendahara negara yakni Depkeu dalam posting dana dari masyarakat," jelas Sauzi.Sauzi tidak mengelak kalau di depperin ada pemasukan dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Yakni dengan adanya 14 sekolah yang dimiliki oleh depperin dan balai yang ada di bawah Badan Penelitian Pngembangan Industri (BPEI) yakni 11 balai besar dan 11 balai industri.Balai-balai ini ditujukan untuk penguatan industri dan sekolah yang dimiliki depperin adalah sekolah yang konsentrasi pada masalah industri."Dari balai-balai tersebut dihasilkan Rp 4 miliar, apabila ditotal dengan SPP dari sekolah-sekolah tersebut ada terdapat Rp 60 miliar," katanya.Sementara hingga saat ini anggaran depperin yang sudah terserap 30 persen dan sampai akhir Desember ditargetkan bisa mencapai 90 persen. "Depperin ini sudah menganut pakta integeritas dan GCG. Alhamdulillah di depperin nol rekening liar," tukasnya.
(ir/qom)











































