Jangan Ada Lagi Kasus Nike

Jangan Ada Lagi Kasus Nike

- detikFinance
Jumat, 27 Jul 2007 12:19 WIB
Jangan Ada Lagi Kasus Nike
Jakarta - Departemen Perindustrian berharap industri nasional bisa mengambil hikmah atas kasus putusnya order sepatu Nike kepada perusahaan milik Hartati Murdaya. Produsen sepatu diingatkan jangan hanya bergantung pada penerimaan pesanan saja atau single contract karena sangat berisiko jika kontrak tiba-tiba diputus. Pengusaha sepatu juga harus bisa mengembangkan brand sendiri."Hikmah yang bisa diambil, perlu dikembangkan national branding, karena sekarang ini yang berlaku outsourcing system jangan hanya menggantungkan pada single contract," kata Direktur Industri Aneka Depperin, Nugraha Sukmawijaya.Hal itu diungkapkan Nugraha dalam jumpa pers di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (27/7/2007).Menurutnya, order sepatu sangat terkait dengan struktur biaya produksi seperti efisiensi, manajemen mutu, dan sumber bahan baku. Apabila kalah bersaing pengorder bisa dengan mudah mengalihkan pesanannya. "Kita telah bicara dengan Pak Ardiansyah (Dirjen Perdagangan Dalam Negeri), ketua Aprisindo untuk mengembangkan national branding ini. Kita sebenarnya sudah punya sepatu kasual yang cukup diminati untuk diekspor yakni Shuku buatan mahasiswa Bandung, yang sangat terkenal di Jepang," tutur Nugraha.Depperin juga mendorong pengembangan ke arah produki sepatu kasual dan merek lokal. Nugraha mencontohkan PT Panarub yang selain mendapat order Nike tapi juga membikin merek sendiri Specs sebagai balancing.Untuk pengembangan sepatu merek lokal, depperin sudah mengklusterkan daerah industrinya yaitu Jawa Timur di Sidoarjo, Mojokerto dan Surabaya serta Jawa Barat di Bandung. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads