Pelindo Minta Pertamina Bayar Utang Ratusan Miliar

Pelindo Minta Pertamina Bayar Utang Ratusan Miliar

- detikFinance
Jumat, 27 Jul 2007 14:50 WIB
Jakarta - Pelindo mendesak Pertamina untuk segera membayar utangnya yang mencapai ratusan miliaran rupiah. Utang tersebut merupakan biaya sandar kapal-kapal pengangkut BBM Pertamina yang belum dibayar sejak 2005. Vice President Communication Pertamina Wisnuntoro mengungkapkan hal tersebut usai salat Jumat di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (27/7/2007). "Pelindo memang mendesak kita untuk segera membayar. Karena memang belum kita bayar sejak 2005 sampai sekarang," katanya. Ia menjelaskan, hingga kini Pertamina belum membayar biaya sandar karena belum ada kejelasan mengenai mata uang yang digunakan. Berdasarkan MK No.72/2006, semua kapal berbendera asing harus membayar biaya sandar dalam bentuk dolar. Kebetulan, Pertamina memiliki 74 kapal pengangkut BBM yang berbendera asing. Namun Pertamina menahan pembayaran karena dalam aturan tersebut ada pengecualian bagi kapal yang mengangkut muatan cair, termasuk BBM. "Jadi dia minta dolar, kita maunya rupiah," lanjutnya. Untuk menyelesaikannya, Pertamina telah mengirim surat ke Menteri Perhubungan sejak tahun lalu. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah meminta Menneg BUMN untuk memfasilitasi perselisihan ini. "Tapi sampai sekarang belum ada balasan, jadi kita juga belum bayar," lanjutnya. Namun ia menyatakan, proses bongkar muatan kapal Pertamina di pelabuhan tetap berjalan seperti biasa. Alias tidak ada penahanan atau pemboikotan. "Kan sama-sama plat merah, jadi saling mengerti,lah. Karena kita kan bawa BBM untuk masyarakat dan industri. Coba kalau PLN sampai tidak dapat BBM, bagaimana?"katanya. Pertamina belum membayar biaya sandar di semua pelabuhan yang disandarnya untuk mendistribusikan BBM. Diantaranya adalah pelabuhan Batam, Semarang, Surabaya, dan Tanjung Priok. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads