RI-Australia Kaji Perdagangan Bebas Agustus

RI-Australia Kaji Perdagangan Bebas Agustus

- detikFinance
Jumat, 27 Jul 2007 15:31 WIB
Jakarta - Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Australia John Howard di Bali menyepakati langkah resmi kedua negara untuk melakukan studi kelayakan bersama (joint feasibility study) mengenai manfaat dari perjanjian bilateral mengenai perdagangan bebas.Studi kelayakan ini akan mulai berlangsung bulan Agustus 2007 dan rekomendasi diharapkan rampung sebelum pertengahan tahun 2008. Demikian isi siaran pers dari Departemen Perdagangan, Jumat (27/7/2007).Mengingat berbagai perkembangan di bidang perjanjian perdagangan yang sudah ada, studi kelayakan tersebut akan mengevaluasi bagaimana Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara Australia- ASEAN- Selandia Baru yang sekarang sedang dalam proses negosiasi dapat menjadi landasan. Lebih lanjut studi ini juga akan mengkaji bagaimana perjanjian bilateral tetap konsisten dengan sistem multilateral di bawah naungan WTO.Keberadaan FTA bilateral dengan Australia diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral mengingat komplementeritas kedua negara dan jarak yang berdekatan.Diharapkan bahwa ekspor Indonesia ke Australia dengan akses pasar yang lebih baik dapat meningkat karena ada penurunan bea masuk, serta bantuan dan kerjasama teknis di berbagai bidang terutama di sektor pertanian sehingga produk-produk Indonesia dapat memenuhi syarat yang ditentukan oleh Australia.Suatu studi awal telah berkesimpulan bahwa diantara 20 komoditi utama non migas Indonesia ke Australia yang berdaya saing tinggi yaitu produk kayu dan kertas, elektronik, produk kimia, dan produk pertanian (kokoa dan karet).Total nilai perdagangan Indonesia dan Australia dalam lima tahun terakhir (2002-2006) menunjukkan tren rata-rata sebesar 14,12 persen. Untuk Januari-Maret 2007, total perdagangan Indonesia-Australia mencapai US$ 1,49 miliar atau meningkat sebesar 20,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 1,24 miliar.Sementara total investasi Australia di Indonesia sebesar US$ 9,43 miliar dan masuk urutan ke-10. Pada tahun 2006 investasi Australia tercatat sebesar US$ 49,03 miliar dan untuk periode Januari-Mei 2007 sebesar 24 proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 175,6 juta.Selain dengan New Zealand yang sudah sejak 1983 (Australia- New Zealand Closer Economics Relations Trade Agreement/ANZCERTA), sejak tahun 2000 Australia telah melaksanakan sejumlah kerjasama perdagangan bebas bilateral dengan beberapa negara seperti Singapura (Singapore- Australia Free Trade Agreement/SAFTA) pada 28 Juli 2003.Kemudian Amerika Serikat (Australia-United States Free Trade Agreement) pada 1 Januari 2005 dan Thailand pada 1 Januari 2005. Sedangkan yang saat ini sedang dalam proses negosiasi dengan Australia adalah Malaysia, Chili, Jepang, Korea dan Cina. (arn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads