PLN akan Tunjuk Langsung Pemasok Batubara PLTU Suralaya

PLN akan Tunjuk Langsung Pemasok Batubara PLTU Suralaya

- detikFinance
Senin, 30 Jul 2007 13:04 WIB
Jakarta - Setelah dua kali tender tambahan pasokan batubara untuk PLTU Suralaya gagal, PT PLN siap melakukan penunjukan langsung. PLN juga akan mengubah Harga Perhitungan Sendiri (HPS). Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman menyatakannya disela-sela seminar energi di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (30/7/2007). Sebelumnya PLTU Suralaya gagal mendapat kepastian pasokan batubara tambahan setelah dua kali gagal tender dan juga gagal dalam pemilihan. Tender gagal karena hanya diikuti 2 peserta, yaitu Kideco dan Berrau. Sedangkan pemilihan gagal karena semua peserta menawarkan harga diatas HPS PLTU Suralaya. HPS PLTU Suralaya hanya Rp 386 ribu per ton. Sedangkan yang ditawarkan paling rendah Rp 424 ribu per ton. Untuk itu, menurut Ali, akan dilakukan penunjukkan langsung dalam mendapat pasokan batubara itu. Dalam penunjukkan langsung itu, beberapa hal yang tidak bisa dicapai dalam tender dan pemilihan akan dinegosiasikan, termasuk masalah harga. "Kalau penunjukkan langsung, itu (HPS) nanti kita negosiasikan lagi," katanya. Ali menceritakan, HPS yang dibuat PLN memang menggunakan patokan harga batubara yang lama. Namun dengan meningkatnya harga di luar negeri, ini memicu tingkat ekspor yang membuat harga domestik ikut mahal. Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Jeffrey Mulyono menyatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena hal tersebut dipengaruhi suplai dan demand. "Kalau memang tiba-tiba naik, kita bisa apa?" katanya. Ia menyarankan, sebaiknya PLN menggunakan long term contract untuk menghindari pergolakan harga yang kadang justru merugikan. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads