Pertamina Tarik 11% Kompor Gas Program Konversi
Senin, 30 Jul 2007 17:17 WIB
Jakarta - Pertamina telah menarik 11 persen kompor gas yang dibagikan dalam program konversi minyak tanah ke elpiji secara gratis. Langkah ini dilakukan karena banyak ditemukan kompor yang tidak sesuai standar."Kita sudah menerima pengembalian terutama kompor 11 persen dari yang dibagikan karena cacat dan ketebalan pelat tidak sesuai terlalu tipis. Kalau tabung gas sudah sesuai standar," ungkap Direkur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal.Hal itu diungkapkan Ahmad usai melaporkan perkembangan program konversi minyak tanah ke elpiji kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakata, Senin (30/7/2007).Menurutnya kompor reject itu yang bertanggungjawab adalah perusahaan pembuatnya sehingga yang akan mengganti adalah perusahaan tersebut.Ditempat yang sama Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Depperin, Ansari Bukhari mengatakan, sampai Juli 2007 penyiapan program hingga disribusi ke masyarakat masih sesuai jadwal. Ia mengakui memang ada berbagai masalah di sektor industri dengan adanya produk yang tidak memenuhi standar. Total keseluruhan diharapkan program ini bisa disalurkan untuk 40 juta keluarga. Hingga Juli ini di wilayah Jabodetabek telah dibagikan 430.454 kompor kepada kepala keuarga dan kepada industri mikro 32.716 unit. "Kita harap di 2007 dapat distribusikan 6 juta kompor di seluruh Jawa dan Bali. Kita sudah mengkonversi 2.600 ton elpiji setara 20 ribu liter minyak tanah. Diharapkan akhir tahun ini konversi mencapai 181 ribu ton elpiji atau 428 ribu liter minyak tanah," jelas Ansari.Pemerintah juga telah membangun 250 titik filling station di wilayah Jabodetabek sehingga masyarakat tidak kesusahan mancari tempat isi ulang gas.
(arn/ir)











































