RI Rambah Pasar Mobil Australia dan India
Selasa, 31 Jul 2007 11:30 WIB
Jakarta -
Produsen mobil yang ada di Indonesia berencana mengembangkan pasar ekspornya ke Australia, Selandia Baru dan India. Dirjen Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Dharmadi menyatakan, pihaknya kini tengah mengkaji kemungkinan perluasan pasar itu. "Sekarang kan kita sedang jajaki Afrika dan Amerika, nah kita sedang melihat kemungkinan untuk memperluas ke Selatan (Australia dan New Zealand) dan Barat (India)," katanya usai membuka seminar otomotif di Departemen Perindustrian, Selasa (31/7/2007). Menurutnya, pasar India menjadi menarik karena masyarakat pendapatan menegah atas (middle income) kini mencapai lebih dari 113 juta orang. "Jadi ada kesempatan kita untuk masuk," katanya. Sedangkan perluasana pasar ke Australia merupakan kelanjutan dari kerjasama FTA (Free Trade Agreement) dengan Australia baru-baru ini. "Perluasan pasar ke Australia sebenarnya butuh bantuan regulasi, seperti FTA kemarin," katanya. Walau pasar Australia dan New Zealand tidak sebesar Asean, namun menurut Budi pihaknya tertarik untuk mencoba pasar mana pun. "Australia memang tidak sebesar ASEAN pasarnya, tapi kita coba semua pasar," lanjutnya. Selama ini pasar Australia didominasi oleh mobil buatan Thailand, padahal Australia dan New Zealand punya porsi impor mobil yang besar. Selain itu, menurut Budi ini juga bisa menjadi alat barter karena Australia terkenal dengan produk daily neednya seperti kapas.
(lih/ir)










































