Rusia Untuk Pertama Kali Ikut Tender Migas di Indonesia

Rusia Untuk Pertama Kali Ikut Tender Migas di Indonesia

- detikFinance
Kamis, 02 Agu 2007 10:04 WIB
Jakarta - Rusia untuk pertama kalinya mengikuti tender wilayah kerja migas di Indonesia. Dua perusahaan Rusia yakni Lukoil dan Sevitech mengincar wilayah kerja di Indonesia bagian Timur."Ini baru pertama Rusia masuk (penawaran)," kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Departemen ESDM R Priyono menyatakannya di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (1/8/2007) malam.Tambahan 4 wilayah kerja migas yang akan ditawarkan bulan ini semuanya melalui sistem direct offer atau penawaran langsung.Keempat wilayah itu adalah Palung Aru 1 dan Palung Aru 2 di Kepulauan Aru (keduanya Offshore), Mahakam Hilir di Kalimantan Timur (Onshore), dan North Bali 3 (Offshore). "Keempatnya pakai direct offer, karena kalau reguler nggak bisa cepat," katanya Priyono menjelaskan, investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan wilayah kerja di daerah Indonesia Timur termasuk mahal. Untuk mengebor satu sumur saja dibutuhkan setidaknya US$ 40 juta. "Satu well disana (Indonesia Timur) sekitar US$ 40 juta di Indonesia Timur. Minimal bikin 1 well. Tapi kalau didaerah lain bisa beda," katanya. Selain itu, pada kesempatan yang sama Deputi Operasional BP Migas Dodi Hidayat menjelaskan, Chevron mengajukan proposal peningkatan produksi minyak di lapangan Wunut. Produksi minyak di lapangan itu rencananya akan ditingkatkan sebesar 4000 ribu barel per hari dengan teknologi Enhance Oil Recovery."Tapi mereka ajukan dulu, baru nanti kita appoved," katanya. Selain itu, Priyono juga menyatakan, bahwa ada lima perusahaan yang produksinya masih bekisar 90%. Padahal, jika mencapai 100% bisa membantu percepatan peningkatan produksi migas dalam negeri. Perusahaan itu antara lain, COnoco Philip, EMP Kangean, dan ONWJ (Onshore North West Java). (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads