IMF Dinilai Kuno, Harus Dipermak

IMF Dinilai Kuno, Harus Dipermak

- detikFinance
Kamis, 02 Agu 2007 13:26 WIB
IMF Dinilai Kuno, Harus Dipermak
Coolum - Keberadaan Dana Moneter Internasional (IMF) dinilai sudah kuno dan tidak sesuai dengan perekonomian dunia yang kian modern. Forum APEC pun menyerukan agar lembaga tersebut dipermak.Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Australia Peter Costello disela-sela Forum Menteri Keuangan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/8/2007)."Ada pandangan di Asia Pasifik bahwa IMF tidak lagi secara penuh merepresentasikan perekonomian yang modern. Dan ada konsensus bahwa IMF perlu reformasi dan fokus ke lebih baik ke kawasan ini," jelas Costello.IMF yang didirikan pada tahun 1944 itu memang kini sedang dalam kritikan. Setelah mengaku memberikan resep yang salah, IMF kini mulai ditinggalkan para anggotanya sehingga mempengaruhi neraca keuangannya.IMF juga dikritik karena adanya konsensus antara Amerika dan Eropa soal pemilihan pimpinannya. Seperti diketahui, untuk Presiden Bank Dunia merupakan 'jatah' Amerika, sedangkan IMF harus dipimpin oleh orang Eropa.Namun Deputi Direktur Pelaksana IMF John Lipsky membela organisasinya itu. Menurutnya, IMF telah melakukan reformasi struktur keanggotaannya dan keberadaaanya ditengah pertumbuhan ekonomi dunia yang kuat."Pada periode setelah pembentukan IMF, merupakan periode yang kemajuan perekonomian yang paling berkesinambungan dalam sejarah. Saya tidak mencoba untuk mengklaimnya bahwa ini karena peran IMF. Namun sangat sulit untuk mengatakan bahwa ada tanda-tanda kegagalan atau ketidaksinambungan," bela Lipsky.Namun ia mengakui bahwa jumlah pinjaman kepada negara-negara anggotanya memang terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Namun IMF tetap menegaskan keinginannya untuk menopang sistem finansial internasional."Sangat memungkinkan bahwa akan tiba masanya peran pendanaan IMF akan relevan kembali. Sangat bodoh mengasumsikan bahwa lingkungan dunia yang aman saat ini akan permanen," ketusnya. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads