Semester I-2007
Garuda Mulai Bukukan Laba
Kamis, 02 Agu 2007 15:58 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia akhirnya bisa bebas dari lilitan kerugian. Maskapai penerbangan nasional ini meraih laba Rp 148 miliar pada semester I-2007.Pencapian laba ini naik signifikan hingga 141 persen dibanding periode yang sama tahun lalu rugi Rp 361 miliar. Demikian diungkapkan Dirut Garuda Emirsyah Satar dalam jumpa pers di kantor Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/8/2007).Pada paruh pertama tahun ini, Garuda juga bisa meningkatkan cash inflow hingga mencapai US$ 570 juta dibanding periode yang sama yang tahun lalu US$ 494 juta.Bahkan pada bulan April dan Mei 2007, meskipun itu periode low seasons, Garuda mampu meraih cash inflow masing-masing US$ 103 juta dan US$ 108 juta.Pencapaian cash inflow itu sangat signifikan di atas US$ 100 juta. Pada tahun lalu saja cash inflow hanya dapat diraih pada saat periode peak seasons yaitu bulan September dan Desember yang masing-masing sebesar US$ 102 juta dan US$ 103 juta. Sementara pada Juli 2007, Garuda mampu meraih cash inflow sebesar US$ 108 juta.Perolehan laba Garuda semester I-2007 ini juga jauh di atas target yang ditetapkan dalam RKAP 2007 sebesar Rp 45 miliar.Sementara Direktur Pemasaran Garuda, Agus Supriyadi mengatakan, untuk semester II-2007 targetnya diharapkan lebih tinggi 20 persen dari semester I.Upaya yang dilakukan dengan meningkatkan load factor, meningkatkan yield, serta mengambil momen peak seasons pada semester II ketika orang Eropa memasuki musim libur.Load factor dari isian penumpang meningkat 9 persen dari 70 persen di semester I-2006 menjadi 76 persen pada semester I-2007.Jumlah pengisian kursi Garuda selama enam bulan pertama tahun ini juga meningkat 0,21 persen dari 8.631 juta kursi per km menjadi 8.649 juta kursi per kilometer pada tahun 2007.Sementara selama semester I-2007 Garuda mampu meningkatkan jumlah penumpang yang diangkut 4.369.000 atau naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2006 yakni 4.072.000 penumpang.Salah satu pencapaian signifikan lainnya dalam kegiatan operasi penerbangan adalah peningkatan kinerja penerbangan domestik. Pada enam bulan pertama 2006 jumlah rute domestik yang mampu membukukan laba bersih secara positif hanya 7 rute namun di semester I-2007 jumlah rute yang positif meningkat 26 rute.Begitu pula dengan rute internasional selama semester I-2007 mulai menunjukkan perbaikan yakni 8 rute membukukan laba bersih dibanding periode yang sama tahun lalu hanya 6 rute.
(ir/qom)











































