Rupiah Jangan Lewat Rp 9.300/US$

Rupiah Jangan Lewat Rp 9.300/US$

- detikFinance
Jumat, 03 Agu 2007 17:52 WIB
Jakarta - Rupiah yang melemah dalam beberapa hari terakhir justru menguntungkan investor. Rupiah masih nyaman hingga 9.300 per dolar AS namun jangan melebihi level itu. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) MS Hidayat menyatakan eksportir justru diuntungkan dari melemahnya rupiah menjadi Rp 9.300 per dolar AS. Meskipun demikian Hidayat berharap melemahnya rupiah atas dolar AS merupakan gejolak sementara."Kalau dolar kan itu karena ikut arus barang, saya kira mudah-mudahan ini gejala sementara, tapi eksportir kan diuntungkan," kata Hidayat disela-sela acara seminar EPA di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/8/2007).Menurutnya hingga saat ini Bank Indonesia (BI) belum melakukan intervensi. "Saya kira itu masih dalam koridor tapi jangan sampai Rp 9.500 per dolar. Itu mengkhawatirkan," ujar Hidayat.CSRTerkait keluarnya UU Perseroan Terbatas yang memuat kewajiban pengusaha melakukan Corporate Social Responsibility (CSR), Kadin menyatakan akan meminta penjelasan dari pemerintah."CSR mustinya tidak masuk dalam undang-undang. Itu bukan obligation tapi responsibilty. Dan tidak menjadi kelaziman di dunia internasional," keluh Hidayat.Menurutnya, sebelum bertemu pemerintah pada Selasa pekan depan (7/8/2007) Hidayat akan mengumpulkan 100 perusahaan tambang untuk mendapat masukan."Karena sudah terlanjur masuk, saya berjanji akan bertemu dengan pemerintah agar dalam pembuatan PP-nya nanti dunia usaha tidak melakukan kewajiban itu dengan persentase yang mengikat," ujar Hidayat.Selain mengeluh CSR, Hidayat meminta klausul yang mengatur bahwa perusahaan melakukan merger harus mendapat persetujuan serikat pekerja juga dihilangkan."Merger karena kebutuhan perusahaan dalam strategi bisnisnya. Jadi tidak lazim kalau harus mendapat persetujuan pekerja, itu bisa hambat strategi bisnis," katanya. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads