Ternak asal Inggris Diboikot
Minggu, 05 Agu 2007 13:01 WIB
Jakarta - Sejumlah negara mulai melarang dan melakukan pengawasan ketat terhadap ternak dan produk ternak asal Inggris, seiring ditemukannya kembali penyakit kuku dan mulut di negara tersebut."Semua izin ekspor ternak dan produk yang rentan terhadap penyakit kuku dan mulut seperti babi, sapi, domba, daging dan susu dihentikan sementara," kata juru bicara Kementerian Pertanian Uni Eropa Seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu (5/8/2007).Pembekuan izin ekspor tersebut diterapkan untuk membatasi penyebaran penyakit kuku dan mulut.Hal yang sama juga dilakukan negara-negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang dan Singapura.Departemen Pertanian AS melarang masuknya produk dari babi yang berasal dari Inggris termasuk yang dalam perjalan ke AS. Demikian pula yang dilakukan Singapura yang melarang impor produk babi kecuali yang dikalengkan.Jepang yang selama ini telah mengimpor 737 ribu ton daging babi juga ikut melarang sementara impor daging sapi asal Inggris.Selain melakukan pelarangan impor, beberapa negara juga melakukan pengecekan terhadap ternak dan produk ternak yang telah diimpor dari Inggris. Prancis misalnya melakukan pengecekan terhadap ternak yang diimpor sejak 10 hari sebelum diumumkannya penemuan penyakit kuku dan mulut di Inggris. Hal serupa dilakukan pemerintah Jerman yang mengecek hewan yang diimpor dari Inggris dalam kurun 30 hari terakhir.Jumat (3/8/2007), pemerintah Inggris mengumumkan penemuan penyakit kuku dan mulut kembali ditemukan di Inggris di sebuah peternakan di Desa Normady, Surrey, 53 km sebelah barat daya London. Temuan ini merupakan yang pertama kali sejak Inggris diberikan status bebas dari penyakit tersebut tahun 2002 setelah epidemi kuku dan mulut tahun 2001.
(ard/ard)











































