Pemerintah Didesak Segera Cabut Izin Ekspor Rotan

Pemerintah Didesak Segera Cabut Izin Ekspor Rotan

- detikFinance
Senin, 06 Agu 2007 17:17 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta segera mencabut izin ekspor bahan baku rotan. Kebijakan pemerintah untuk melarang ekspor bahan baku rotan pada akhir 2008 dinilai terlambat."Harusnya sudah dari kemarin-kemarin diberlakukan," tegas Ketua AMKRI, M Hatta Sinatra dalam konferensi pers di Hotel Arya Duta, Jakarta, Senin (6/8/2007).Menurutnya, dengan dibukanya kesempatan ekspor tersebut menjadikan industri rotan dalam negeri merosot tajam dalam beberapa tahun. Ia mencontohkan misalnya kebutuhan rotan dalam negeri atau kemampuan daya serap industri rotan saat ini hanya berkisar 100 ribu ton per tahun. Padahal sebelum tahun 2000, kebutuhannya bisa mencapai 500 ribu ton per tahun. Hal ini juga berdampak pada kapasitas produksi produk rotan yang merosot lebih dari 50 persen sejak tahun 2004."Saya yakin penurunan kapasitas produksinya itu lebih dari setengahnya," kata Hatta. Bentuk Asosiasi SendiriDalam kesempatan itu, Hatta juga mengumumkan asosiasi barunya yakni AMKRI. Organisasi itu dibentuk karena merasa asosiasi yang sudah ada yakni Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) belum cukup menampung aspirasinya.Hatta menjelaskan, selama ini belum ada satupun pihak yang mampu fokus dalam pengembangan industri rotan di Indonesia. "Belum ada pihak lain yang mampu berfikir fokus tentang industri ini," kata Hatta.Meski mengaku bukan pecahan dari Asmindo, AMKRI rencananya akan melakukan berbagai kampanye untuk mempopulerkan rotan kedunia. Termasuk dengan menggandeng beberapa desainer kelas dunia. Sebut saja Michael Young dari Islandia, yang merupakan desainer nomor tiga kelas dunia dan Karim Rasyid dari AS. Diharapkan dengan menggandeng partner beken itu, desain Indonesia dapat menjadi trendsetter dunia. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads