PLN Siap Garap Tambang Batubara
Selasa, 07 Agu 2007 12:46 WIB
Jakarta - PT PLN (persero) tengah mencari daerah tambang batubara kalori menengah yang memungkinkan untuk digarapnya sendiri demi mengamankan kepastian pasokan batubaranya. Tambang batubara yang dicari adalah dengan model Kuasa Pertambangan (KP) yang ijinnya dengan pemerintah daerah. Karena PLN menyadari, sulit mencari daerah tambang dengan model Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B). "PKP2B sudah tidak mungkin. Mana ada yang kosong? Kalaupun masuk sekarang mungkin KP. Tapi sekarang masih ada nggak sih yang belum dipesan? Kalau ada kasih tau ya, nanti kita apply," ujar Dirut PLN Eddie Widiono saat jumpa pers di gedung PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (7/8/2007). PLN memang berminat mencari tambang batubara kalori menengah, karena saat ini PLN memang mulai merasa kekurangan. Pemasok-pemasok yang dulu diandalkan PLN, kini lebih tergiur mengekspor batubaranya karena harga yang tinggi di luar negeri. Sedangkan untuk pasokan batubara kalori rendah yang akan digunakan untuk pasokan PLTU 10.000 MW, PLN mengaku belum bisa memastikan tindakan. "Kalau low rank coal kan saat ini pasarnya belum terbentuk, jadi kita masih melihat dulu," katanya.Sebelumnya Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mendesak agar PLN juga memikirkan bagaimana mengamankan pasokan batubara untuk pembangkit-pembangkitnya, termasuk PLTU 10.000 MW. "Jangan sampai pembangkitnya sudah siap, tapi batubaranya sulit," katanya. Kendala pasokan batubara selama ini adalah masalah transportasi dari tambang ke lokasi pembangkit. Jalur transportasi kadang dipenuhi oleh kebutuhan yang lain.
(lih/qom)











































