Untuk Crash Program
Cina Tawari Bunga Rendah ke PLN
Selasa, 07 Agu 2007 16:54 WIB
Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) kemungkinan mendapatkan bunga pinjaman dari perbankan Cina dibawah BI Rate yang 8,25 persen. Konsul Ekonomi & Komunikasi Kedubes Cina untuk Indonesia Fang Quichen, menyatakannya disela-sela penandatanganan kontrak 3 PLTU di gedung PLN, Jakarta, Selasa (7/8/2007). "Ya ini akan lebih rendah dari bunga di Indonesia. Karena kalian tahu bunga di Indonesia sangat tinggi. Saya pikir akan jauh lebih rendah dari BI Rate," katanya. Ia memperkirakan bunga yang diberikan sekitar 7 persen. Ia menambahkan, saat ini suku bunga di Cina hanya bekisar 2-3 persen. Sehingga sebenarnya akan lebih menguntungkan pinjam dari Cina lalu diinvestasikan lagi di Indonesia. "Masih ada marjin yang besar untuk keuntungan," katanya sambil tertawa. Ia menjelaskan kenapa ada perbankan Cina yang membutuhkan jaminan dari negara. Baginya hubungan PLN dan negara seperti anak dan orang tua."Karena kalau orang tuanya saja tidak yakin anaknya bisa membayar utang, bagaimana kita mau yakin?" ujarnya.Sementara itu, Dirut PLN Eddie Widiono menyatakan pihaknya menyerahkan urusan suku bunga ke Departemen Keuangan. Ia juga menjelaskan, tidak semua kontrak 10.000 MW menggunakan pinjaman dari Cina. Misalkan untuk 10.000 MW yang berlokasi di Jawa. "Tidak semua dijamin penuh, ada yang cukup puas dengan PMK 146 itu," katanya. Namun jika ada perubahan, maka pihak yang tidak meminta jaminan pemerintah itu akan melakukan penyesuaian dengan menaikkan suku bunganya. Sinosure dan Bank of China Gurantee memberikan pinjaman ke Labuan dan Indramayu. China Exim memberi pinjaman ke Paiton dan Suralaya. Namun China Exim merasa cukup puas dengan Kepmen 146. Pemberi pinjaman lainnya adalah Zelan dari Malaysia yang tidak meminta jaminan pemerintah.
(lih/ir)











































