Produk Diembargo Cina, Pengusaha Perikanan RI Bingung
Rabu, 08 Agu 2007 11:49 WIB
Jakarta - Para pengusaha perikanan Indonesia kebingungan menyusul larangan impor yang diberlakukan Cina atas seluruh aquatic product Indonesia. Mereka bingung mau mengirim produknya yang telah siap ekspor dan memenuhi spesifikasi Cina itu. Produk-produk hasil laut itu menumpuk di gudang sejak Senin, 6 Agustus 2007. "Setelah pengumuman di situs pada hari Jumat, otomatis sejak Senin pasokan ke Cina terhenti karena importir wait and see menunggu kabar baik dibukanya kembali ekspor perikanan asal Indonesia," kata Ketua Masyarakat perikanan Nusantara (MPN) Shidiq Moeslim saat dihubungi detikFinance, Rabu (8/8/2007).Shidiq menambahkan, produk-produk laut yang sudah siap dikirim ke Cina itu tidak mungkin dikirim ke negara lain. Hal ini dikarenakan spesifikasi produk untuk masing-masing negara berbeda. Produsen makanan laut pun juga tak bisa serta merta mengubah spesifikasi produknya. "Produk tersebut tidak bisa dialihkan ke negara lain, karena khusus dibuat spesifikasi sesuai permintaan Cina. Jepang sudah punya spesifikasi sendiri, Amerika juga. Kalau gini kita sedih mau jual kemana, kita hanya bisa berdoa semua bisa baik seperti semula," harap Shidiq.Menurutnya, larangan impor itu sebenarnya tak hanya merugikan pengusaha Indonesia, namun juga para importir Cina yang menggantungkan hidupnya dari produk perikanan Indonesia. Jumlah importirnya pun cukup banyak mengingat produk perikanan yang diekspor ke Cina hampir seluruh variasi makanan. Nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Cina mencapai US$ 200 juta per tahun."Pernyataan resmi dari pemerintah Cina belum ada, saya berharap ini bukan masalah politik tapi murni urusan dagang. Kalau urusan dagang kita lakukan apa yang diminta untuk memperbaiki kualitas maka masalah ini sudah teratasi," pungkasnya.
(arn/qom)











































