Purnomo Dicurhati Ibu-ibu RT Soal Program Konversi Elpiji

Purnomo Dicurhati Ibu-ibu RT Soal Program Konversi Elpiji

- detikFinance
Kamis, 09 Agu 2007 10:31 WIB
Jakarta - Mumpung ketemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), beberapa ibu-ibu rumah tangga (RT) yang ikut menghadiri seminar konversi tak malu-malu curhat soal tersendatnya program konversi minyak ke elpiji. Seperti seorang ibu yang mengaku wiraswasta, dia protes karena sekarang dia harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk beli gas. Seketika saja Purnomo kaget, karena seharusnya dengan pakai gas jadi lebih hemat. Kemudian ibu itu menjelaskan, "Biasanya, kalau kepepet nggak punya uang masih bisa beli minyak tanah satu liter. Kalau pakai gas nggak bisa. Harus beli 3 kg," katanya. "Jadi mau beli kredit, bu? Bisa nggak ya?" Purnomo kebingungan. Untung ada Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal. Ia menyarankan si ibu menyicil ke agen, namun dengan tambahan biaya. Beda lagi curhat seorang ibu dari Jalan Pramuka, Jakarta Timur yang mengeluh di daerahnya sudah langka minyak tanah padahal belum dibagikan kompor gas. Purnomo pun langsung menunjuk Pertamina untuk menjelaskan. Faisal menjelaskan lagi, karena minyak tanah di daerah tersebut mengalir ke daerah sebelahnya yang sudah terkonversi. Tak cukup itu, ibu-ibu juga menagih operasi pasar minyak tanah yang tak kunjung dilakukan. "Operasi pasarnya mana, pak Menteri. Nggak ada..." kata ibu tadi. "Sabar ya bu, sabar," kata Purnomo. Purnomo pun menunjuk Didi, wakil Hiswana Migas untuk menjelaskannya. Didi berjanji, pihaknya akan menggelontorkan minyak tanah terus menerus di daerah yang belum dikonversi. Usai menjawab, Purnomo pun menghela napas panjang dan bergegas pergi. Ajudannya bilang Purnomo akan mengahadap Presiden. Siap-siap menjawab pertanyaan Presiden, nih Pak. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads