Depdag Cari Penyebab Larangan Impor oleh Cina

Depdag Cari Penyebab Larangan Impor oleh Cina

- detikFinance
Kamis, 09 Agu 2007 12:30 WIB
Jakarta - Departemen Perdagangan (Depdag) saat ini masih mencari fakta yang menyebabkan Cina melarang impor produk akuatik asal Indonesia.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga menampik masalah larangan impor oleh Cina itu persoalan bilateral Indonesia dan Cina. Tapi lebih kepada masalah rutin perdagangan."Intinya yang terjadi adalah masalah rutin perdagangan bukan masalah antara Indonesia dan Cina. Kita menerapkan standar dan semua negara juga berhak menerapkan standarnya masing-masing seperti pengecekan dan monitoring. Kalau produk kita ditolak itu hal yang biasa," tutur Mari.Hal itu diungkapkan Mari di sela-sela pembukaan Pameran Pangan Nusa 2007 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (9/8/2007).Menurut Mari soal pelarangan produk pernah dilakukan hampir semua negara dengan alasan penerapan standar yang baku."Negara lain pernah melakukan seperti di AS dan Eropa. Ini hanyalah masalah standar. Kita pun bisa menolak kalau produk negara lain tidak memenuhi standar," kata Mari.Saat ini lanjut Mari, pihaknya masih dalam tahap awal yakni melacak informasi ada saja yang dimiliki Cina. "Kemudian akan kita crosscheck dengan informasi yang Indonesia miliki. Kalau ternyata eksportirnya tidak terdaftar, seharusnya mereka juga memiliki eksportir terdaftar dari kita. Sehingga kalau terbukti tidak terdaftar otomatis seharusnya mereka tolak," papar Mari.Menurut Mari, pihaknya masih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah Cina sehingga belum bisa menentukan langkah apa yang dilakukan karena belum mengumpulkan fakta-fakta.Mari berjanji akan memperbaiki komunikasi antara Indonesia dan Cina. Yang jelas lanjut Mari, jika Cina melarang produk Indonesia hal itu harus memenuhi aturan WTO dan berdasarkan bukti ilmiah.Sementara Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag, Diah Maulida mengatakan, dirinya sudah bertemu delegasi working group joint commission Indonesia dan Cina untuk menyelesaikan masalah ini.Diah menilai masalah ini bisa diselesaikan melalui pembicaraan bilateral. Depdag masih menunggu tim teknis dari Cina untuk melihat food safety di Indonesia. (ir/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads