Gempa 'Sedot' Premium 10.000 KL
Kamis, 09 Agu 2007 16:05 WIB
Jakarta - Akibat gempa pada Rabu (8/8/2007) malam, Kilang Balongan sempat berhenti. Kilang milik Pertamina itu pun kehilangan produksi premium sebesar 10 ribu kilo liter. Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya disela-sela seminar konversi elpiji di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (9/8/2007). "Balongan kena gempa tadi malam. Hari ini sudah start up, paling lama 3 hari sudah berproduksi normal. Kehilangan produksi premium 10 ribu kiloliter," katanya. Meski begitu, Pertamina menegaskan tidak akan mengganti kehilangan produksi itu karena akan mengambil dari persediaan yang ada. Persediaan premium Pertamina dinyatakan aman, yaitu antara 18-19 hari. Jadi walaupun berkurang 10 ribu kiloliter, masih aman dan tidak perlu ada tambahan impor. Kilang Balongan terletak di tepi pantai Laut Jawa Desa Sukareja, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kilang Balongan merupakan salah satu dari enam kilang yang dimiliki Pertamina. Dari keenam kilang tersebut, Balongan menempati produksi terbesar kedua setelah Cilacap yang berkapasitas 248.00 barrel per hari. Balongan juga menjadi produsen elpiji terbesar dengan hasil 1.200 ton per hari, disusul Kilang Cilacap (469 ton), dan Kilang Balikpapan (244 ton).Sedangkan untuk persiapan puasa pada September nanti, Hanung mengaku masih menghitung. Namun diperkirakan akan lebih rendah dari Juli kemarin yang bersamaan dengan masa liburan. "Juli tinggi karena liburan, sampai 11 juta barel lebih. September sekitar 10,2 juta barel, bulan Agustus tetap 10,2 juta barel," katanya.
(lih/qom)











































