Masalah Subprime Mortgage AS Berpotensi Timbulkan Resesi

Masalah Subprime Mortgage AS Berpotensi Timbulkan Resesi

- detikFinance
Kamis, 09 Agu 2007 17:39 WIB
Jakarta - Jatuhnya pasar perumahan yang menimbulkan masalah kredit macet di Amerika Serikat atau subprime mortgage bisa berpotensi menimbulkan resesi dunia. Probabilitas terjadinya resesi akibat masalah di AS itu mencapai 30%.Hal ini diungkapkan oleh Chief Economist dari Deutsche Bank Prof.DR. Norbert Walter dalam jumpa pers yang membicarakan mengenai perkembangan ekonomi global, di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (9/7/2007).Jatuhnya sektor perumahan AS itu merupakan 1 dari 5 besar risiko makro ekonomi yang harus dihadapi pada tahun 2007 hingga 2009. "Probabilitas dari resiko jatuhnya pasar perumahan AS yang menyebabkan resesi ini adalah 30 persen, karena pengaruhnya adalah konsumsi AS melambat secara signifikan, ekonomi global melambat signifikan, resiko kredit meningkat, suku bunga turun dan repricing untuk aset berisiko lebih," paparnya. Namun menurut Walter, jika pasar properti di AS benar-benar kolaps, maka dampaknya bisa lebih meluas. "Jika pengaruhnya ternyata lebih luas dari yang tadi saya paparkan, maka akan berdampak ke seluruh dunia," tambahnya. Untuk risiko kedua dengan probabilitas 15-25 persen adalah resiko ketidakteraturan nilai valas di negara-negara G7. "Pengaruhnya adalah peningkatan tajam dalam mata uang Yen yang berpengaruh negatif dalam ekspor, lalu US dolar merosot karena penjualan aset di AS, dan yang terakhir adalah dolar Australia, Selandia Baru, dan Poundsterling terkena dampak negatif dari carry-trade unwind. Ini semua karena risiko perubahan nilai mata uang yang tidak teratur," tuturnya. Risiko ketiga dengan probabilitas 15 persen adalah keteguhan Iran memperhebat konflik militer.Sedangkan risiko keempat dengan probabilitas 10 persen adalah overheating perekonomian Cina.Risiko kelima dengan probabilitas 5 persen adalah inflasi yang mendorong kenaikkan suku bunga The Fed. "Akan tetapi risiko yang harus diwaspadai adalah yang pertama dan yang kedua," ujarnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads