Ketimpangan Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Kredit Bank

Ketimpangan Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Kredit Bank

- detikFinance
Kamis, 09 Agu 2007 18:17 WIB
Jakarta - Di Indonesia terjadi ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dengan kredit perbankan. Meski pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi kucuran kredit perbankan justru sangat rendah. Hal tersebut disampaikan Chief Economist dari Deutsche Bank Prof. DR. Norbert Walter dalam jumpa pers yang membicarakan mengenai perkembangan ekonomi global, di Hotel Four Season, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (9/7/2007). "Situasi ini saya lihat cukup aneh, sebab jika korporasi itu tumbuh tinggi sampai dia tidak lagi memerlukan dana dari perbankan untuk ekspansi situasi ini wajar, tetapi di Indonesia korporasi memang tumbuh tapi dia memerlukan dana yang lebih besar lagi untuk ekspansi, dan kenyataannya kredit perbankan sangat rendah," paparnya. Walter mengungkapkan bahwa di negara lain, perbankan memiliki sifat yang cenderung jor-joran dalam mengucurkan kredit."Mereka justru mencari segala cara untuk dapat mengucurkan kredit sebesar-besarnya, sementara di Indonesia sangat ortodoks atau konservatif dengan segala aturan yang ketat sehingga kredit tidak tumbuh dengan baik," jelasnya. Tapi dia berharap situasi ini tidak bertahan lama, karena sebenarnya pandangan asing terhadap Indonesia sudah positif. "Hal ini terlihat dari meningkatnya minat asing terhadap obligasi yang diterbitkan dalam bentuk rupiah," jelasnya. (dnl/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads