Fahmi Pertanyakan Kinerja BPOM

Fahmi Pertanyakan Kinerja BPOM

- detikFinance
Jumat, 10 Agu 2007 15:01 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris mempertanyakan kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang selama 20 tahun membiarkan peredaran permen Cina berformalin seperti White Rabbit dan manisan."Kita perlu pertanyakan ke Badan POM bagaimana tanggung jawabnya sebagai badan yang mengawasi makanan dan minuman, membiarkan makanan Cina berformalin itu beredar sejak 20 tahun lalu," tanya Fahmi dalam jumpa pers di gedung depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (10/8/2007).BPOM menurut Fahmi, harusnya memberikan informasi detail ke masyarakat. "Kenapa 20 tahun tidak berbunyi tiba-tiba berbunyi, lalu apa yang dilakukan BPOM selama ini?" ketus Fahmi.Ia menilai, salah arah jika hanya menyalahkan pihak Cina karena makanannya mengandung formalin. Padahal ini juga terjadi karena lemahnya pengawasan BPOM."Yang perlu disalahkan orang dalam kita dulu, jangan main tuding keluar. Saya melihat pedagang banyak yang mengeluhkan kenapa baru sekarang dipermasalahkan setelah 20 tahunan beredar," kata Fahmi.Dia juga meminta pihak BPOM tegas apabila menemukan makanan yang mengandung formalin atau zat berbahaya setelah dilakukan uji laboratorium."Jangan seperti sekarang yang hanya public warning. Mau dari Cina, mau dari Taiwan, jika terbukti hasil labnya berbahaya, larang beredar, larang diperdagangkan, larang diimpor. Makanan itu harus di-ban kalau memang BPOM mau melindungi masyarakat," tegas Fahmi.Sekarang ini, kata Fahmi, masyarakat sudah sangat tahu bahaya formalin. Jadi BPOM rutin menginformasikan makanan yang berbahaya itu."Jadi jangan besar-besarkan razia, seharusnya memang setiap hari BPOM mengumumkan hasil razia agar masyarakat lebih aware, karena masyarakat kan sudah tahu bahaya formalin. Formalin yang ada di tahu dulu sama saja dengan formalin yang ada di permen," jelas Fahmi. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads