Standar Produk Mainan Sulit Diterapkan

Standar Produk Mainan Sulit Diterapkan

- detikFinance
Jumat, 10 Agu 2007 15:37 WIB
Jakarta - Desakan berbagai pihak supaya pemerintah segera mengeluarkan kualitas mutu Stadar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk mainan tampaknya masih sulit teralisasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (10/8/2007)."Kalau mainan anak-anak dibandingkan ban mobil yang sehari-hari menyangkut kehidupan memang belum masuk skala prirotas. Kalau bisa sih semua di SNI-kan kalau perlu barang yang belum diproduksi sudah ada SNI-nya, namun kan untuk menetapkan suatu SNI perlu persyaratan dan perlengkapan," kilahnya.Namun Fahmi menegaskan bahwa Depperin kini menyiapkan aturan yang berkaitan dengan bagaimana melindungi para konsumen barang-barang industri dan bagaimana barang-barang itu diproduksi dengan benar sesuai dengan ketentuan.Disinggung mengenai penarikan produk mainan Mattel yang ditarik peredarannya dari AS karena cacat produksi di Cina, Fahmi meminta jangan serta merta menyalahkan Cina dalam hal ini."Kita suka latah itu barang dari Cina, tapi kan Mattel bikinnya bukan hanya Cina, tapi juga Malaysia, Indonesia bahkan di Israel banyak sekali unit produksinya," ujarnya.Produk Mattel di Indonesia bahkan memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi. "Dia punya 2 unit yang cukup besar Mattel itu sudah menyiapkan standar mutu dan bahkan controller, dia menerapkan standar mutunya ketat banget. Jadi jangan menuding kesalahan di Cinanya," ujarnya. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads