Cina dan AS Tambah Investasi BBN Hingga US$ 1 Miliar
Jumat, 10 Agu 2007 15:47 WIB
Jakarta -
Cina dan Amerika Serikat (AS) akan menambah investasinya di sektor bahan baku nabati (BBN) sekitar US$ 1 miliar bulan depan. Ketua Tim BBN Al Hilal Hamdi menyatakannya disela-sela acara Peringatan Kebangkitan Hari Teknologi ke-12 di gedung BPPT, Jakarta, Jalan MH Thmarin, Jakarta, Jumat (10/8/2007). "September ini kalau bisa, komitmen diatas satu miliar dollar lagi. Itu tambahannya diluar yang kemarin sudah tandatangan ya" katanya. Investasi itu diantaranya antara lain dari BUMN Cina sebesar US$ 200-500 juta. Rencananya BUMN Cina itu akan menanamkan modalnya untuk komoditi jarak pagar di wilayah Indonesia bagian Timur seperti NTT. "Mereka targetnya produksi mencapai satu juta ton per tahun," katanya. Menurut Al Hilal, minat Cina ini telah disampaikan melalui surat tertulis melalui Kedutaan Besar Indonesia untuk Cina. Selain itu, investasi dari Amerika diperkirakan mencapai US$ 650 juta. Kalau investasi ini, merupakan proposal yang diajukan Indonesia. Investasi akan digunakan untuk pengembangan etanol di NTT. Mulai dari tebu, sweet sorghum, cantel dan jagung. Dari investasi itu, ada sekitar US$ 250 juta untuk pengembangan 50 ribu hektar di NTT. Al Hilal menyampaikan, hasil dari produksi ini rencananya sebagian akan diekspor dan sebagian dipakai dalam negeri. Ekspor ke Amerika dinilai cukup menguntungkan karena biodiesel mendapat insentif sebesar US$ 1 per satu galon. "Lebih bagus dari pada pasar Eropa," katanya. Namun porsi pembagian dalam negeri dan ekspornya masih diperhitungkan. Diharapkan investasi ini bisa direalisasikan mulai 2008.
(lih/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































