Freeport Diminta Turunkan Produksi Bijih di Grassberg
Jumat, 10 Agu 2007 19:04 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta produksi bijih dari tambang Grassberg, Papua milik Freeport diturunkan sebesar 50-100 ribu ton per hari. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang terjadi akibat penambangan disana. Produksi di tambang ini awalnya mencapai 300 ribu ton per hari dan diminta turun menjadi 200-250 ribu ton per hari. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyampaikannya di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2007). "Kami minta produksi Freeport diturunkan menjadi 200-250 ribu ton per hari," katanya. Ia menjelaskan, permintaan pemerintah ini merupakan rekomendasi dari audit yang dilakukan pemerintah terkait kegiatan menambang Freeport di lokasi tersebut. Artinya, kalau Freeport tetap berproduksi seperti sekarang, bisa memberikan dampak yang lebih negatif ke lingkungan. Tak hanya mengurangi produksi, hasil audit juga merekomendasikan agar pabrik pengolahan (smelter) produk tambang Freeport ditingkatkan kapasitasnya sebesar 10 persen. Pabrik smelter itu merupakan milik PT Smelting Company. "Kami sudah bicara dengan smelter-nya di Gresik dan mereka bisa meningkatkan kapasitasnya hingga 10 persen," katanya.
(lih/ir)











































