BNP2TKI Minta Kadin Promosikan TKI di Luar Negeri
Senin, 13 Agu 2007 15:32 WIB
Jakarta -
Untuk memperluas kesempatan kerja di luar negeri, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dalam melakukan promosi keterampilan TKI di luar negeri.Sehingga nantinya TKI bukan hanya untuk pasar Timur Tengah, Malaysia dan Hong Kong, tapi juga ke negara yang membutuhkan tenaga ahli seperti AS dan Eropa.Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan MoU 'Perluasan Kesempatan Kerja' antara Kepala BNP2TKI M Jumhur Hidayat dan Ketua Kadin MS Hidayat, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Senin (13/8/2007). MoU itu terdiri dari promosi perluasan kesempatan kerja di luar negeri. Menyiapkan bank data calon TKI. Informasi peluang kerja di luar negeri. Penjajakan penempatan TKI serta memfasilitasi penempatan TKI."Masalah pengangguran telah mencapai 10 juta orang, ini tantangan sangat berat yang kita hadapi," kata Hidayat.Menurut Hidayat, dengan kondisi perekonomian khususnya investasi yang belum cukup menggembirakan maka jumlah pengangguran untuk beberapa tahun ke depan diperkirakan masih tinggi.Jika tidak ada upaya terobosan untuk mengatasi pengangguran maka masalah ini dapat menjadi bom waktu, yang memberi dampak negatif terhadap kondisi sosial ekonomi dan mengakibatkan iklim usaha yang tidak kondusif.Untuk mengurangi pengangguran, kesempatan kerja di luar negeri menjadi salah satu alternatif di tengah minimnya lapangan kerja di dalam negeri.Hidayat juga mengingatkan agar Indonesia jangan hanya mengirim TKI informal. Menurutnya Qatar kini juga membutuhkan 63 ribu tenaga kerja perminyakan. "Mereka memilih Indonesia karena kesamaan agama dan karakteristik orang Indonesia yang sopan," tutur Hidayat.Sementara Jumhur berharap anggota Kadin turut menjadi peserta penyalur jasa TKI (PJTKI) karena investasinya hanya Rp 500 juta namun menawarkan keuntungan yang tinggi. Saat ini di Indonesia baru terdapat 400 PJTKI. Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding Filipina yang jumlah penduduknya hanya sepertiga Indonesia tapi telah punya 1.300 PJTKI.
(ir/qom)










































