Mattel Kembali Tarik 18 Juta Mainan Produksi Cina
Rabu, 15 Agu 2007 09:23 WIB
Washington -
Perusahaan mainan AS, Mattel kembali mengumumkan penarikan 18 juta mainan produksi Cina di seluruh dunia. Mattel menekankan keprihatinan tentang keselamatan anak-anak.Seperti dikutip dari AFP, Rabu (15/8/2007), mainan-mainan yang ditarik dalam fase kedua ini meliputi boneka Barbie, tokoh Batman, mainan set Polly Pocket dan juga mobil mainan jip 'Sarge'. Khusus untuk mainan set Polly Packet, Mattel menyerukan penarikan karena khawatir anak-anak akan tertelan magnet kecil jika mereka mencabutnya. Penarikan itu dilakukan setelah tiga anak dilaporkan ususnya berlobang akibat menelan magnet kecil itu.Penarikan Polly Pocket ini merupakan yang kedua kalinya dalam beberapa pekan ini. Pada November tahun lalu, 4,4 juta mainan Polly Pocket ditarik oleh Mattel setelah adanya 200 laporan copotnya magnet kecil, dan tiga anak dilaporkan harus dioperasi setelah menelannya.Untuk penarikan fase pertama oleh Mattel sebelumnya adalah meliputi tokoh-tokoh dari Nickelodeon seperti Dora the Explorer.Mainan-mainan itu ditarik karena cat yang digunakan mengandung timbal. Zat berbahaya itu sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kanker pada anak-anak.Mattel dalam pernyataannya menjelaskan, penerikan mobil 'Sarge' dilakukan untuk jenis yang diproduksi selama Mei-Juli 2007. Penarikan meliputi 253.000 mobil-mobilan 'Sarge' di AS dan 183.000 diluar AS. Penarikan dilakukan karena adanya kandungan timbal dalam cat mobil-mobilan itu.Mobil-mobilan itu diproduksi oleh kontraktor Mattel dari Cina, Early Ligt Industrial Co. Ltd. Sementara produsen Cina itu membeli cat yang mengandung Timbal dari Hong Li Da (HLD)."Kami secara cepat mengimplementasikan sistem pengecekan tiga poin," ujar Jim Walter, Senior Vice Presiden Quality Assurance Mattel dalam siaran persnya.Mattel juga menarik mainan bermagnet yang diproduksi antara Januari 2000 hingga 31 Januari 2007."Keamanan anak-anak adalah perhatian utama kami dan kami secara mendalam minta maaf kepada setiap orang," ujar Robert A. Eckert, CEO Mattel.
(qom/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































