Industri Takut Pakai 100% Bahan Bakar dari Gas
Rabu, 15 Agu 2007 13:01 WIB
Palembang - Beberapa industri rupanya masih takut menggunakan gas sebagai bahan bakar dominan mereka. Hal ini karena industri masih khawatir akan jaminan pasokan gas. "Kita masih takut soal pasokannya pak. Kalau tahu-tahu hilang bagaimana?" curhat Dirut Intrebis Sukendro dalam kunjungan gasifikasi kota Dirjen Migas di Palembang, Rabu (15/8/2007). Saat ini perusahaan biskuit itu masih menggunakan BBM sebesar 60 persen dari penggunaan bahan bakarnya atau setara 180 ribu kiloliter. Sedangkan 40 persen sisanya menggunakan gas atau setara 300 ribu meter kubik. Sukendro mengakui biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakarnya tergolong mahal. Untuk BBM saja, dibutuhkan sekitar Rp 1 miliar per bulan sedangkan untuk gas sekitar Rp 200 juta per bulan. Itu belum ditambah biaya listrik yang sebulannya bisa mencapai Rp 200 juta.Menanggapi itu Direktur Operasi Pertagas Gusti Azis menyatakan pasokan gas untuk Sumatera Selatan banyak. "Tidak usah khawatir, gas kita banyak," katanya. Saat ini gas untuk rumah tangga dan industri yang melalui pipa di Palembang dipasok PGN. Porsi PGN dalam pemakaian gas di Palembang hanya sekitar 1,2 mmscfd. Jumlah itu diperuntukkan bagi 3.597 pelanggan rumah tangga sebesar 0,1 mmscfd. Lalu 212 pelanggan komersial sebesar 0,2 mmscfd dan 2 industri sebesar 0,9 mmscfd. Ketakutan soal pasokan gas rupanya tidak hanya dirasakan industri Palembang, tapi juga menjalar pengusaha yang akan membuka industri di Jambi. Jika telah mendapat jaminan pasokan gas, Sukendro mengaku berani mengganti penggunaan BBM nya dengan gas. Diperkirakan, dengan mengganti semua BBM dengan gas, maka pengeluaran yang dihemat bisa lebih dari 50 persen. "Paling kita bayar Rp 500 juta untuk bahan bakar per bulan. Tadinya kan lebih dari Rp 1 miliar," ujarnya.
(lih/ir)











































