Newmont Dorong Pemda Beli Saham Divestasi
Rabu, 15 Agu 2007 14:39 WIB
Jakarta - PT Newmont Nusa Tenggara memberikan berbagai kemudahan kepada pemerintah provinsi dan daerah di Nusa Tenggara Barat untuk membeli saham divestasi perusahaan itu.Newmont menyokong pemerintah daerah agar menyatakan minat atau menggunakan haknya mengambil saham perseroan sesuai dengan kontrak karya. Hal ini dikatakan oleh Presiden Direktur perseroan Martiono Hadianto dalam jumpa pers di Hotel JW. Marriot, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/8/2007). "Kami telah memberikan proposal pembiayaan untuk pembelian saham perseroan karena kami tahu pemerintah daerah tidak memiliki dana untuk melakukannya," ujarnya. Adapun proposal yang ditawarkan berisi bahwa pemegang saham asing perseroan akan memberikan pinjaman jangka panjang bebas risiko kepada pemda setempat. "Selain itu pemerintah daerah akan mendapatkan dana sebesar US$ 333.333 per tahun untuk setiap 1 persen saham yang dimilikinya selama perseroan masih tetap beroperasi, dana ini untuk membantu pemda dalam penyediaan infrastruktur di daerah," jelasnya. Sementara untuk pelunasan pinjaman dikatakan bahwa akan dilunasi dari dividen bersih yang terutang sehingga pinjaman ini bebas risiko. Menurutnya dalam divestasi ini, Newmont menawarkan kepada 3 pemerintah daerah yang telah menyatakan minatnya yaitu Pemda Kabupaten Sumbawa Barat, Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa. "Dalam rencana divestasi ini, ada 2 tahap memang yang dilakukan, pertama kita tawarkan kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah. Pemerintah pusat tidak menyatakan minatnya maka kita tawarkan kepada pemerintah daerah, dan jika mereka (pemerintah daerah) tidak berminat, maka akan ditawarkan kepada pihak swasta nasional strategis," paparnya. Untuk besaran saham yang akan didivestasi, Martiono mengatakan bahwa pada 2006 sebesar 3 persen, 2007 sebesar 7 persen, 2008 sebesar 7 persen, 2009 sebesar 7 persen dan 2010 sebesar 7 persen. "Jadi untuk tahun ini rencananya yang akan didivestasi adalah sebesar 10 persen gabungan dari 2006 dan 2007, untuk nilainya yang 7 persen sudah ada kesepakatan dengan Menteri ESDM adalah sebesar US$ 282 juta, sementara untuk yang 3 persen adalah sebesar US$ 107 juta," jelasnya. Martiono mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu pernyataan minat dari ketiga pemda tersebut terkait berapa banyak saham yang akan diambil. "Kami telah melakukan penawaran besaran saham kepada masing-masing pemda tersebut, tapi belum bisa kami disclose dan besarannya telah kami sampaikan kepada Menteri ESDM," jelasnya. Jika memang pemda ternyata tidak berminat, maka tahapan divestasi yang akan dilakukan adalah menawarkannya kepada pihak swasta nasional startegis. "Tapi nanti proposal tidak berlaku dan aturan harganya akan berbeda nanti, sebab kan polanya bukan government to business, tapi business to business, dan kita sebagai penjual juga nanti berhak memilih kriteria mengenai pembelinya," tuturnya. Saat ini komposisi pemegang saham perseroan adalah 80 persen dipegang oleh Nusa Tenggara Patnership yang terdiri 56,25 persen dipegang oleh NIL dan 43,75 persen oleh NTMC,Sementara 20 persen lainnya dipegang oleh PT Pukuafu Indah Indonesia. Dan sampai 2010 sesuai kontrak karya, yang akan didivestasikan adalah sebesar 31 persen.
(dnl/ir)











































