Pertumbuhan Ekonomi RI Timpang

Pertumbuhan Ekonomi RI Timpang

- detikFinance
Rabu, 15 Agu 2007 16:56 WIB
Jakarta - Masih ada kesenjangan dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi masih terpusat di Pulau Jawa dan belum tersebar ke wilayah lain di Indonesia.Demikian disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jalan Dokter Soepomo, Jakarta, Rabu (14/8/2007).Ketimpangan itu terlihat dari paling besarnya kontribusi pertumbuhan di Pulau Jawa terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia yakni sebesar 59,03 persen. Sementara, sisanya dikontribusikan dari pertumbuhan di Sumatera 22,79 persen, Kalimantan 8,91 persen, Sulawesi 4 persen dan lainnya."Ekonomi kita masih berpusat di Pulau Jawa, sementara di pulau lain belum berkontribusi banyak," ujarnya.Provinsi-provinsi di Pulau Jawa yang memberi kontribusi besar terhadap PDB pada triwulan II-2007 adalah DKI Jakarta sebesar 15,98 persen, Jawa Barat 15,46 persen, Jawa Timur 14,84 persen dan Jawa Tengah 8,74 persen.Sementara provinsi di luar Pulau Jawa yang menyumbang besar terhadap angka PDB yakni Kalimantan Timur 5,89 persen dan Sumatera Utara 5,53 persen.BPS mencatat DKI Jakarta merupakan sumber pertumbuhan sektor konstruksi seperti pembangunan infrastruktur, properti, jalan tol, jalan layang, underpass dan busway. Sementara Jawa Barat merupakan sumber pertumbuhan terbesar industri pengolahan.Meskipun tidak merata, kesenjangan PDB daerah (PDRD bruto) per kapita mengecil."Ini kabar baik juga, provinsi-provinsi itu tumbuh ada yang cepat ada yang lambat, namun secara umum PDRD perkapita kebanyakan provinsi masih dibawah PDB perkapita nasional," jelas Slamet.Slamet menambahkan, pada tahun 2006 PDB nasional perkapita mencapai US$ 1.663. Bila dihitung dalam nilai dolar AS, indeks paritas daya beli PDB per kapita Indonesia mencapai US$ 3.009. "Jadi secara riil daya beli masyarakat lebih bagus," katanya. (ard/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads