DPR Pertanyakan Minimnya Belanja Anggaran Pemerintah
Kamis, 16 Agu 2007 10:41 WIB
Jakarta - Penyerapan anggaran belanja khususnya belanja barang dan belanja modal pemerintah belum optimal dilakukan. Padahal komponen belanja negara justru dapat membantu tercapainya target pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPR RI Agung Laksono dalam Pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2007-2008, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2007). "Anggaran belanja barang tahun 2007 ini disepakati Rp 71,536 triliun dan belanja modal sebesar Rp 73,13 triliun, pada hakikatnya banyak alternatif yang dapat dilakukan pemerintah di tengah kondisi masih belum pulihanya sektor riil dan sektor investasi khususnya investasi asing langsung (foreign direct investment) dalam mempercepat perputaran roda perekonomian," jelasnya. Menurut Agung, dalam rencana ke depan pemerintah hendaknya tidak hanya fokus pada pertumbuhan tapi perlu membuat beberapa terobosan baru agar dampak pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dengan berkurangnya pengangguran dan meningkatnya pemerataan pembangunan. "Kebijakan fiskal dan moneter memang harus diarahkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok," ujarnya. Agung juga mengatakan bahwa masyarakat seharusnya juga tidak terbebani dengan tingginya harga minyak goreng dan kenaikkan harga beras serta kelangkaan minyak tanah. "Oleh karena itu dewan meminta agar berbagai kebijakan di bidang ekonomi dan implementasinya harus berorientasi kepada rakyat," imbuhnya.
(dnl/ir)











































