SBY Akui Belum Bisa Tangani Kemiskinan dan Pengangguran
Kamis, 16 Agu 2007 11:33 WIB
Jakarta -
Permasalahan di bidang ekonomi diakui belum seluruhnya teratasi dengan berbagai tantangan yang masih terus menghadang. Pengangguran dan kemiskinan masih belum sepenuhnya dapat ditanggulangi. Hal ini diungkapkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraan dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2007-2008, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (16/8/2007). "Berbagai sarana kesehatan dan pendidikan masih terus perlu dibangun, kondisi infrastruktur jalan raya, pelabuhan udara dan laut, listrik serta irigasi mengalami kerusakan dan kurang mendapat perhatian semenjak krisis, hal ini menyebabkan beban biaya yang tinggi bagi masyarakat maupun perekonomian nasional," jelasnya. Untuk memecahkan masalah dan menghadapi tantangan tersebut, Presiden mengatakan bahwa pemerintah harus senantiasa berusaha melaksanakan tiga agenda pembangunan yang terdapat dalam RPJM secara seimbang, dimana upaya tersebut dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan. "Upaya meningkatkan kesejahteraan bengsa dan menata perekonomian kita, dituangkan dalam strategi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang disertai pemerataan atau growth with equity, strategi ini merupakan pilihan paling tepat karena pertumbuhan saja tidak menjamin pemerataan, pertumbuhan harus dengan kualitas yang baik," tuturnya. Dia mengatakan bahwa pemerintah terus berusaha menyeimbangkan setiap kebijakan dan langkah antara kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan.10 Tahun KrisisPresiden juga menyatakan, Indonesia sudah berhasil melewati krisis ekonomi yang terjadi 10 tahun lalu. Padahal banyak pihak baik itu dalam dan luar negeri yang meragukan Indonesia bakal tetap bertahan dari krisis itu.Oleh karena itu SBY mengajak masyarakat untuk membuktikan bahwa krisis itu tidak melemahkan Indonesia."Krisis 10 tahun sudah dapat dilampaui dengan baik, mari kita buktikan sampai kapanpun, bukan hanya tetap berdiri tapi makin maju dan sejahtera," ujarnya.
(qom/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































