Biaya Perjalanan Dinas Pemerintah Bakal Dibatasi
Kamis, 16 Agu 2007 11:50 WIB
Jakarta - Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah efisiensi dan penghematan belanja barang dengan tegas dan penuh kesungguhan. Termasuk perjalanan dinas yang tidak produktif dan bukan merupakan program prioritas.Hal ini diungkapkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraan di Rapat Paripurna DPR RI dan Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2007-2008, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2007). "Arah dan alokasi belanja modal makin ditajamkan sesuai prioritas dan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan. Belanja modal yang kurang produktif dikurangi seminimal mungkin, seperti pembangunan dan renovasi gedung pemerintah pusat serta pengadaan kendaraan dinas," paparnya. Dia mengatakan bahwa dana yang ada akan digunakan untuk belanja modal yang produktif seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi dan sarana prasarana perhubungan. Termasuk alokasi untuk belanja pendidikan dan kesehatan ditingkatkan dengan sungguh-sungguh. "Kebijakan ini dilakukan, sekali lagi adalah sejalan dengan strategi pembangunan yang kita laksanakan selama ini yaitu mencapai pertumbuhan disertai pemerataan atau growth with equity," jelasnya. Presiden mengatakan bahwa pemerintah bertekad untuk semakin fokus dalam menggunakan kebijakan fiskal. Seperti membangun dan memperbaiki infrastruktur yang strategis bagi perekonomian dan meningkatkan program sosial kemasyarakatan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.
(dnl/ir)











































