4 Departemen Dapat Tugas Khusus di 2008
Kamis, 16 Agu 2007 11:55 WIB
Jakarta - Sebanyak 4 departemen mengemban peran dan tugas terpenting tahun depan. Terutama terkait pembangunan infrastruktur, energi dan produksi pangan. Keempatnya adalah Departemen PU, Departemen Perhubungan, Departemen Pertanian, dan Departemen Energi dan Sumber Daya Manusia. Hal ini disampaikan Presiden SBY dalam pidato kenegaraannya di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (16/8/2007). "Departemen tersebut memiliki peran dan tugas penting dalam pembangunan infrastruktur, energi dan produksi pangan," katanya. Departemen PU direncanakan dapat alokasi dana Rp 35,6 triliun atau naik 41,1 persen dibanding perkiraan realisasi dalan RAPBNP 2007. Anggaran akan digunakan untuk pembangunan jalan lintas Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua sebesar Rp 15,5 triliun. Lalu ada program rehabilitasi 30 km jalan nasional dan 50,5 ribu meter jembatan yang tersebar di berbagai provinsi sebesar Rp 3,1 triliun. Departemen Perhubungan mendapat alokasi Rp 16,2 triliun naik 64,1 persen bila dibandingkan perkiraan realisasi RAPBNP 2007. Dana itu akan digunakan untuk pembangunan kereta api di Jawa dan Sumatera, penyediaan pelayanan angkutan laut perintis, pembangunan bandara Kualanamu Medan, penyelesaian bandara Hasanuddin Makassar, serta 27 bandara di daerah perbatasan, daerah terpencil dan rawan bencana. Juga akan dipasang 135 paket fasilitas bantuan pengamanan dan pelayanan penerbangan, serta 259 paket fasilitas keselamatan penerbangan di bandara. Departemen Pertanian mendapat alokasi Rp 8,9 triliun yang akan digunakan untuk mendukung produksi pertanian berupa penyediaan dan perbaikan infrastruktur pertanian, penelitian dan percepatan diseminasi dan inovasi pertanian, serta pengendalian hama, penyakit hewan, dan karantina. Petani tetap akan menikmati subsidi pupuk, subsidi bungan kredit program, dan subsidi benih yang mendapat anggaran Rp 10,1 triliun atau naik 21,9 persen dari perkiraan realisasi RAPBNP 2007. Subsidi beras untuk rakyat miskin dianggarkan Rp 5,5 triliun. Untuk rehabilitasi irigasi, waduk dan rawa dengan anggaran sebesar Rp 5,3 triliun melalui anggaran Departemen PU. Sementara Departemen ESDM mendapat alokasi Rp 5,6 triliun terutama untuk sarana ketenagalistrikan. Subsidi BBM mencapai Rp 46,7 triliun dan listrik Rp 27,8 triliun. Pemerintah juga memberikan jaminan untuk pinjaman PLN terkait program pembangunan PLTU 10.000 MW.
(dnl/ir)











































