Defisit APBN 2008 Capai 1,7%
Kamis, 16 Agu 2007 13:02 WIB
Jakarta -
Defisit anggaran tahun 2008 diperkirakan mencapai 1,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau sebesar Rp 75 triliun. Defisit ini naik 21 persen dibanding RAPBNP 2007 yang sebesar 1,54%.Defisit itu muncul dari belanja negara sebesar Rp 836,4 triliun sementara pendapatan negara dan hibah hanya sebesar Rp 761,4 triliun."Peningkatan defisit anggaran itu terkait dengan arah kebijakan fiskal pemerintah untuk memberikan stimulus fiskal bagi perekonomian," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Hal itu diungkapkan dalam Pidato Kenegaraan di Rapat Paripurna DPR RI dan Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2007-2008, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2007).SBY menjelaskan dalam RAPBN 2008 dibiayai dari penerbitan SUN netto Rp 91,7 triliun. Sumber-sumber lain dari penjualan aset restrukturisasi perbankan dan penggunaan rekening pemerintah atau rekening dana investasi (RDI) Rp 600 miliar. Sedangkan dari privatisasi netto sebesar Rp 1,5 triliun. Sementara untuk pembiayaan luar negeri sebesar Rp 16,7 triliun. Kenaikan defisit ujar SBY, perlu didukung dengan ketahanan fiskal, caranya dengan meningkatkan pengelolaan surat berharga negara secara berhati-hati transparan dan akuntabel.Selain itu juga meminimalkan biaya dan tingkat risiko utang serta menyempurnakan struktur portofolio utang.Rasio utang pemerintah pada akhir 2008 diperkirakan akan menurun menjadi sekitar 33 persen. "Penurunan rasio utang itu juga akan memperkuat struktur ketahanan fiskal, hal ini sangat penting terutama pada saat kita harus menghadapi kondisi perekonomian dan pasar keuangan global yang tidak selalu tenang dan berpotensi untuk bergejolak," tutur SBY. Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 diprediksi sebesar 6,8 persen. Angka tersebut dengan asumsi inflasi sebesar 6 persen, defisit anggaran ditetapkan sebesar 1,7 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp 9.100, bunga SBI 3 bulan 7,5 persen dan harga minyak US$ 60 per barel. Produksi minyak 1,034 juta barel per hari. Penerimaan negara dan hibah mencapai Rp 761,4 triliun, penerimaan perpajakan Rp 583,7 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp 175,6 triliun.Dari sisi belanja yang totalnya Rp 836,4 triliun, pemerintah mengalokasikan dana Rp 91,5 triliun untuk pembayaran bunga utang, Rp 92,6 triliun untuk pembayaran subsidi total.
(ir/qom)










































