Target Penurunan Pengangguran 2008 Terlalu Kecil

Target Penurunan Pengangguran 2008 Terlalu Kecil

- detikFinance
Jumat, 17 Agu 2007 16:15 WIB
Jakarta - Target penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran dalam RAPBN 2008 di nilai masih terlampau rendah. Pemerintah seharusnya bisa lebih berani menurunkan angka yang lebih besar. Dalam RAPBN 2008, pemerintah menargetkan penurunan pengangguran 8-9 persen dan pengurangan angka kemiskinan 15-16,8 persen."Target yang dicantumkan ini masih terlampau rendah. Seharusnya bisa ditingkatkan lagi, angka ini lebih rendah dibanding pencapaian tahun 2006 yang angka penganggurannya turun 10,31 persen," kata Fadhil Hasan.Fadhil merupakan ekonom yang tergabung dalam Tim Indonesia Bangkit (TIB), mengatakan itu dalam jumpa pers refleksi kemerdekaan khususnya mengenai nota keuangan yang telah disampaikan pemerintah ke DPR, di rumah makan kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (17/8/2007). Menurut Fadhil, pemerintah seharusnya lebih berani menurunkan angka kemiskinan dengan menciptakan anggaran yang lebih berorientasi pada kaum miskin.Hal yang sama juga dikatakan Iman Sugema. Dia menilai peningkatan dana belanja sosial dari Rp 47,5 triliun di tahun 2007 menjadi Rp 67,5 triliun harus benar-benar diarahkan untuk menanggulangi kemiskinan dengan transparansi penyaluran dana."Jangan sampai itu hanya untuk mem-bailout Lapindo, kalau kenaikan itu memang ditujukan untuk masyarakat miskin tidak apa-apa," katanya.Sementara Binny Buchori mengatakan, kenaikan anggaran kesejahteraan tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena alokasi anggaran tersebut masih campur aduk."Untuk peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan tidak cukup, karena masih mencampuradukkan biaya pendidikan langsung dengan biaya gaji guru dan sebagainya. Sehingga tidak menjamin keberlangsungan pendidikan," tutur Binny.Seharusnya lanjut Binny, dana kesejahteraan khususnya pendidikan dan kesehatan dialokasikan secara jelas dan terpisah. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads