Pemerintah Harus Pandai Diplomasi Dagang
Sabtu, 18 Agu 2007 13:57 WIB
Jakarta - Pemerintah harus bisa belajar dari embargo produk Indonesia oleh Cina . Kedepannya pemerintah diminta lebih berhati-hati dan pandai berdiplomasi dalam masalah perdagangan dengan negara besar."Pemerintah kita selalu berada dalam posisi sulit menghadapi negara-negara besar karena kepentingan kita lebih banyak, jadi pemerintah harus lebih pintar melakukan trade politics (politik dagang)," kata pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic & Finance (INDEF) Iman Sugema, Sabtu (18/8/2007).Beberapa hari lalu Cina kembali melarang masuknya produk biskuit PT Arnott's Indonesia setelah sebelumnya melarang produk ikan asal Indonesia. Pelarang ini merupakan balasan dari peringatan yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI atas beberapa makanan asal Cina yang ditemukan mengandung formalin.Iman mengatakan seharusnya BPOM tidak usah mengeluarkan pernyataan terbuka melainkan langsung menarik makanan yang diindikasikan mengandung bahan berbahaya. "Seharusnya kan diidentifikasi dulu itu asli atau palsu. Langkah selanjutnya adalah memperingatkan importir untuk menarik produknya, jangan ditingkat pedagang," ujarnya.Menurutnya jika produk tersebut ditarik importir maka bisa dikirimkan lagi ke negara asalnya."Tarik, lalu kembalikan dengan biaya dari pemerintah. Jangan dimusnahkan, diplomasi harus jalan,' tandasnya.
(ard/ard)











































