Utang RI Capai Rp 1.313 triliun
Minggu, 19 Agu 2007 16:12 WIB
Jakarta - Jumlah utang negara hingga bulan Juni 2007 mencapai US$ 145,1 miliar atau sebesar Rp 1.313 triliun naik dari posisi tahun 2006 sebesar Rp 1.302 triliun.Utang itu yang terdiri atas pinjaman luar negeri sebesar US$ 59,1 miliar atau Rp 534,7 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 715,3 triliun dan surat berharga dalam valuta asing US$ 7,0 miliar (atau senilai Rp 63,4 triliun). Demikian seperti tercantum dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2008 yang dikutip detikFinance, Minggu (19/8/2007).Profil jatuh tempo utang menunjukkan bahwa konsentrasi utang jatuh tempo berada dalam periode waktu sampai dengan tahun 2010. Oleh karena itu, untuk mengurangi beban utang, pemerintah melakukan pengurangan (smoothing-out) jumlah utang pada periode puncak melalui pertukaran utang (debt switch) untuk memperpanjang durasi utang, pembelian kembali(buyback) untuk mengurangi pokok utang, dan penerbitan SBN jangka panjang.Jumlah pinjaman luar negeri makin lama akan semakin menurun sedangkan jumlah Surat Berharga Negara akan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena meningkatnya penggunaan SBN untuk pembiayaan defisit yang semakin besar. Selain itu, untuk pelunasan atau pembiayaan kembali utang (debt refinancing), pemerintah menerbitkan SBN dengan nilai diskonto untukmembayar utang yang jatuh tempo sebesar nilai nominal. Selama 5 tahun terakhir, rasio utang menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun.Akhir tahun 2006, rasio utang sekitar 39,0 persen dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), rasio utang pada tahun 2009 ditargetkan sebesar 31,8 persen terhadap PDB.
(ddn/ddn)











































