RI Lanjutkan Ekspor Gas ke Jepang
Senin, 20 Agu 2007 12:00 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan agar ekspor gas ke Jepang dilanjutkan. Beberapa kontrak ekspor gas ke Jepang memang akan mulai habis pada 2010. Sebelumnya pemerintah berencana mengutamakan pasokan gas untuk kepentingan domestik. Sehingga pihak Jepang khawatir tidak mendapat jaminan energi lagi dari Indonesia. "Sasaran Indonesia dalam kerjasama dengan Jepang adalah kebutuhan LNG dalam negeri terpenuhi, sekaligus keberlanjutan kerjasama energi dengan Jepang," kata SBY usai penandatangani kerjasama EPA di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/8/2007). Untuk itu, Presiden mengundang investor Jepang untuk bekerjasama dengan investor Indonesia untuk mengembangkan energi sehingga kebutuhan dalam negeri dan ekspor bisa dipenuhi. Selain gas, kedua negara juga sepakat untuk melanjutkan kerjasama dibidang minyak, batubara, listrik, dan biofuel.Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan volume gas yang dipastikan bisa diekspor ke Jepang setelah 2010 baru 3 juta ton. Gas tersebut berasal dari Blok Mahakam. Sebenarnya Jepang menginginkan volume perpanjangan kontraknya mencapai 12 juta ton seperti saat ini. Tapi setelah negosiasi, Indonesia hanya mampu 6 juta ton. Dari 6 juta ton itu, yang pasti baru 3 juta ton. "Untuk harganya kita masih negosiasi," katanya.
(lih/qom)










































