RI-Jepang Garap 9 Proyek Senilai US$ 6,137 Miliar
Senin, 20 Agu 2007 16:57 WIB
Jakarta - Indonesia dan Jepang menggarap sembilan proyek senilai US$ 6.137,5 juta. Presiden SBY merasa gembira karena porsi swasta cukup besar dalam proyek ini. Proyek yang diresmikan adalah pipa SSWJ senilai US$ 1,357 miliar, PLTU Cilegon (740 MW) senilai US$ 345 juta, PLTU Tarahan (200 MW) senilai US$ 268 juta, dan pengambangan hulu dan hilir gas di Donggi-Senoro senilai US$ 1,167 juta. Sedangkan kerjasama yang baru ditandatangani adalah Power purcahse agreement PLTU Cirebon senilai US$ 540 juta, moa PLTU Paiton ekspansi senilai US$ 720 juta, HOA PLTP Sarulla senilai 600 juta, HOA pencairan batubara senilai US$ 500 ribu, dan COA (certificate of acknowledgement) untuk proyek LPG Storage di Indramayu senilai US$ 300 juta. Dalam pidatonya di bisnis forum, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku gembira karena kebanyakan proyek dilakukan oleh pihak swasta. "Kerjasama ini baru akan berhasil kalau swasta juga memberi kontribusi nyata, pemerintah saja tidak cukup. Saya gembira karena banyak pengusaha yang datang bersama Shinzo Abe," katanya dalam bisnis forum IJ-EPA di Hyatt, Jakarta, Senin (20/8/2007). Sementara itu, PM Jepang, Shinzo Abe menyatakan kerjasama Jepang dan Indonesia diharapkan bisa saling menguntungkan. "Pertumbuhan ekonomi di Indonesia maju pesat. Kami harapkan bisa lebih berkembang kedepannya. Energi memang basis kerjasama ini, tapi diharapkan bisa berkembang lebih luas lagi," katanya.
(lih/qom)











































