Eropa Siap 'Jajah' Tekstil Cina
Selasa, 21 Agu 2007 10:33 WIB
Madrid - Perusahaan tekstil asal Spanyol, Inditex kini tengah memata-matai negara Cina. Perusahaan yang dimiliki orang terkaya Spanyol, Amancio Ortega, itu merasa gemas dengan Cina.Namun bukan gara-gara baju berformalin yang diduga diproduksi oleh Cina di Selandia Baru, tetapi justru untuk ekspansi usaha di Cina. Soalnya Cina merupakan negara dengan daya beli tinggi di kawasan Asia.Salah satu yang kepincut untuk ekspansi ke Cina adalah Inditex. Inditex akan memfokuskan usahanya di Beijing, Shanghai, dan Hong Kong. Demikian disampaikan CEO Inditex Pablo Isla seperti dikutip AFP, Selasa (21/8/2007).Indotex sebelumnya melakukan ekspansi di Swedia dengan membuka toko ritel H & M's. Rantai usaha baju yang dimiliki Inditex antara lain Zara and Bershka.Inditex belum menentukan berapa gerai baju yang akan dibukanya di Cina. Saat ini mereka sudah memiliki 9 outlet Zara.Untuk tahap awal pada akhir Agustus, Inditex akan membuka toko Massimo Dutti yang pertama di Macau. "Toko lainnya akan menyusul dibuka di Hong Kong pada tahun depan," ujarnya.Konsultan internasional McKinsey memperkirakan pada tahun 2025 akan ada 220 juta rumah tangga di Cina dengan penghasilan US$ 5.000 hingga US$ 12.500 per tahun Di Cina Inditex akan berhadap-hadapan dengan Mango dari Spanyol, C & A dari Jerman, dan juga merek lokal seperti Esprit.Amancio Ortega, pemilik Inditex yang kini berusia 71 tahun dan merupakan orang terkaya di Spanyol mengatakan potensi Cina sangat besar."Pasar Cina memerlukan inovasi yang terus menerus," ujarnya seperti dikutip harian Cinco Dias, Juni lalu.Inditex memiliki 3.200 outlet di 65 negara seluruh dunia, dan akan meningkat sampai 4.000 outlet pada tahun 2009.Di Asia ada sedikitnya 59 outlet, termasuk 9 di Cina, yang menghasilkan 9 persen dari total keuntungan (turnover) tahun 2006 sebesar US$ 11,1 miliar.
(ddn/qom)











































