Harga Sembako di Pekanbaru Naik Hingga 15%

Harga Sembako di Pekanbaru Naik Hingga 15%

- detikFinance
Selasa, 21 Agu 2007 14:23 WIB
Pekanbaru - Belum tiba bulan Ramadan sejumlah harga sembako terus melonjak hinga mencapai 15 persen di Pekanbaru. Kenaikan harga ini dikhawatirkan warga akan terus merangkak hingga bulan puasa.Sejumlah warga di Pekanbaru mulai mengeluhkan naiknya sejumlah harga Sembako. Kenaikan kebutuhan dapur ini, mulai terasa dalam sepekan terakhir. Kenaikan dengan rata-rata 10 sampai 15 persen itu, menimbulkan keresahan sendiri bagi masyarakat.Mereka khawatir melonjaknya harga sekarang ini, akan terus naik seiring makin dekatnya bulan Ramadan."Dalam sebulan terakhir ini, sejumlah jenis sembako terus merangkat naik. Dan sekarang kenaikan sudah lebih dari 10 persen. Harga ini dikhawatirkan akan terus bertambah sampai akhir bulan ramdahan," kata Erni (41) pemilik warung di Pasar Tradisinonal Arengka, Panam, kepada detikFinance, Selasa (21/8/2007) di Pekanbaru.Wanita ini menjelaskan, kenaikan paling terasa adalah gula pasir. Bila dihitung dalam sebulan terakhir kenaikan harga gula pasir sudah tiga kali terjadi. Namun kenaikan yang paling terasa justru dalam pekan ini yang mencapai lebih dari 10 persen."Sekarang harga gula pasir Rp7.500/kg dari harga sebelumnya hanya Rp6.500/kg. Kalau sekarang saja sudah terjadi kenaikan, apa lagi nanti menghadapi bulan puasa. Mungkin harga gula pasir akan terus merangkak naik," terang Ibu dari tiga orang anak ini.Seorang pemilik kios di pasar tradisonal yang sama juga mengakui akan kenaikan harga gula tersebut. Tidak hanya itu, kenaikan harga sembako juga terjadi pada minyak goreng. Sampai saat ini walau sudah sering dilakukan operasi pasar, namun harga minyak goreng tetap saja melonjak."Kalau sebelumnya kita hanya menjual Rp 6.500/kg, kini harga minyak goreng terpaksa dijual dengan haga Rp8.500/kg. Pihak distributor mengaku, stok minyak goreng saat ini terbatas," terang Husin Harahap pemilik kios sembako itu.Kenaikan yang sama juga terjadi pada telur ayam buras. Bila biasanya pemilik kios menjual Rp 600/ butir, kini mereka harus menjual dengan harga Rp 700/ butir. Harga itu pun hanya berlaku di pasar tradisional."Kalau kita beli di kios kecil harganya sudah mencapai Rp750/butir. Harga sekarang ini benar-benar membuat kami repot, semuanya serba naik," keluh Ny Marlina salah seorang warga. (cha/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads