3 Lembaga Keuangan Asing Siap Danai Biofuel RI

3 Lembaga Keuangan Asing Siap Danai Biofuel RI

- detikFinance
Selasa, 21 Agu 2007 16:25 WIB
Jakarta - Lembaga keuangan dari 3 benua menyatakan siap mendanani proyek pengembangan biofuel di Indonesia. Ketiganya adalah JBIC dari Jepang, Eximbank of America dari Amerika, dan AFB dari Perancis. Menurut Ketua Tim Nasional BBN Al Hilal Hamdi, JBIC bahkan bersedia memberikan dana tak terabatas untuk proyek ini. "Mereka sedia unlimited, tergantung dari proyek kita, mereka funding saja," kata Al Hilal, Senin (20/8/2007). Sedangkan Eximbank bersedia memberikan pinjaman sebesar 85% dari proyek dengan bunga yang sangat rendah, sekitar LIBOR plus 1% dengan masa 15 tahun. "Tapi harus menggunakan barang-barang Amerika atau produknya dijual kesana baru dapat pendanaan," katanya. Yang unik dari pendanaan pengembangan biofuel ini adalah mekanisme pendanaan yang nonkonvensional. Jika biasanya setiap proyek diajukan langsung ke perbankan, maka kali ini menggunakan jasa fund manager. "Pendanaan pakai yang nonkonvensional karena bank ini belum mau masuk (dengan cara konvensional)" katanya. Jadi pemerintah akan mengajukan proposal pengembangan biofuel ke fund manager, lalu diseleksi dan diajukan ke lembaga keuangan tertentu. Setelah dana didapat, maka akan masuk ke Green Energy Fund (GEF) di Depkeu. Disitulah bercampur dana dari pemerintah, ekuitas swasta, dan multilateral agency. Dana di GEF itu akan dikelola oleh fund manager yang dipilih. Untuk keperluan itu, Al Hilal menegaskan pihaknya kini sedang menginventarisasi semua proyek jarak pagar mulai dari hulu hingga hilir. Untuk sisi hulu kebun jarak pagar akan diperbanyak. Misalkan untuk pembibitan skala 10-50 hektar, dana akan berasal dari pemerintah sebesar 40% dan swasta 60%. "40% dari pemerintah itu bentuknya bisa uang, penyertaan, atau loan dengan tingkat bunga yang rendah," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads